Memuat...

Usai Penggerebekan Daycare di Yogyakarta, Mayoritas Orang Tua Korban Mengaku Stres

Ameera
Ahad, 26 April 2026 / 9 Zulkaidah 1447 19:36
Usai Penggerebekan Daycare di Yogyakarta, Mayoritas Orang Tua Korban Mengaku Stres
Usai Penggerebekan Daycare di Yogyakarta, Mayoritas Orang Tua Korban Mengaku Stres

JAKARTA (Arrahmah.id) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta segera membentuk tim khusus untuk memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha, yang berlokasi di Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo.

Langkah ini diambil menyusul penggerebekan tempat penitipan anak tersebut oleh aparat kepolisian beberapa waktu lalu.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa pihaknya merespons langsung permintaan para orang tua korban yang menginginkan perlindungan serta pemulihan kondisi psikologis anak-anak mereka.

“Karena anak-anak yang sekarang ini dirasakan ada beberapa anak dengan tanda-tanda yang kurang sehat secara psikologis, sehingga kami sudah diskusi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan dinas terkait untuk segera membentuk tim pendampingan,” ujarnya usai menerima audiensi orang tua korban di Yogyakarta, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, tim tersebut akan melibatkan berbagai tenaga ahli, mulai dari psikolog anak, ahli tumbuh kembang, ahli gizi, hingga pakar pengasuhan anak, guna memastikan pemulihan dilakukan secara menyeluruh.

Hasto mengungkapkan, dari hasil pertemuan dengan orang tua, banyak laporan mengenai perlakuan tidak layak terhadap anak selama berada di daycare tersebut.

Hal itu, menurutnya, sangat memprihatinkan karena anak-anak berada dalam posisi yang tidak mampu membela diri.

“Apa yang mereka ceritakan membuat kita sebagai orang tua bisa membayangkan bagaimana kondisi anak yang tidak bisa protes, yang belum punya posisi tawar, tetapi mendapatkan perlakuan seperti itu,” katanya.

Tak hanya anak, para orang tua korban juga dilaporkan mengalami tekanan psikologis akibat kejadian tersebut. Beberapa di antaranya bahkan menangis saat menyampaikan keluhan.

Karena itu, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi para orang tua. Hasto menyebutkan, pihaknya telah menyiagakan sekitar 18 psikolog klinis yang tersebar di puskesmas untuk membantu proses pemulihan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus ini, termasuk penggerebekan yang dilakukan pada Jumat (24/4) serta pemeriksaan intensif terhadap pengelola daycare.

“Saya kira Kapolres sudah bertindak dengan sangat cepat dan kreatif, kami mengapresiasi. Proses hukum kami harap terus berjalan,” ujarnya.

Pemkot Yogyakarta juga membuka ruang bagi orang tua lain yang belum sempat hadir untuk menyampaikan keluhan mereka dalam pertemuan lanjutan yang akan digelar dalam waktu dekat.

Kasus ini menjadi perhatian luas publik dan memunculkan kembali sorotan terhadap pengawasan serta standar keamanan di tempat penitipan anak.

(ameera/arrahmah.id)