Memuat...

Polisi Temukan Anak Diikat Saat Gerebek Daycare Little Aresha di Yogyakarta, 30 Orang Diamankan

Ameera
Sabtu, 25 April 2026 / 8 Zulkaidah 1447 21:48
Polisi Temukan Anak Diikat Saat Gerebek Daycare Little Aresha di Yogyakarta, 30 Orang Diamankan
Polisi Temukan Anak Diikat Saat Gerebek Daycare Little Aresha di Yogyakarta, 30 Orang Diamankan

YOGYAKARTA (Arrahmah.id) - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, mengungkap fakta yang mengerikan.

Aparat kepolisian yang melakukan penggerebekan mengaku menyaksikan langsung perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak di lokasi tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Rizky Adrian, menyampaikan bahwa saat penggerebekan, petugas menemukan sejumlah anak dalam kondisi memprihatinkan.

“Petugas kami melihat langsung bahwa anak-anak diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya,” ujarnya saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan penganiayaan dan perlakuan diskriminatif di daycare tersebut.

Awalnya, pihak kepolisian mengaku kesulitan menggali informasi. Namun, setelah kasus ini viral dan mendapat sorotan luas, para orang tua mulai berani melapor.

Tangkapan layar viral anak-anak daycare yang diperlakukan tidak manusiawi. (Ist)

Dalam proses penyelidikan, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta telah mengamankan sekitar 30 orang sejak Jumat malam hingga Sabtu sore.

Mereka terdiri dari para pengasuh hingga pihak yayasan yang menaungi daycare tersebut.

“Sekitar 30 orang masih kami periksa secara intensif. Setelah pendalaman selesai, kami akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” jelas Adrian.

Kesaksian orang tua semakin memperkuat dugaan kekerasan yang terjadi. Salah satunya Aldewa, yang mengaku baru mengetahui kondisi sebenarnya setelah melihat video yang beredar di media sosial.

Ia sebelumnya sempat menemukan luka lebam di kaki anaknya, namun mengira hal itu akibat jatuh saat bermain.

“Saya tahunya dari video yang beredar. Sebelumnya memang ada lebam di kaki anak saya, tapi kami kira hanya karena jatuh,” ungkapnya.

Kini, Polresta Yogyakarta tengah melengkapi bukti-bukti untuk menjerat para pihak yang terlibat dalam dugaan kekerasan dan penelantaran anak tersebut.

Kasus ini pun menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat korban merupakan anak-anak usia sangat dini yang belum mampu menyampaikan apa yang mereka alami.

(ameera/arrahmah.id)