Memuat...

Visi Amanullah Khan untuk Kemandirian Ekonomi Afghanistan

Hanin Mazaya
Kamis, 20 Agustus 2026 / 8 Rabiulawal 1448 16:46
Visi Amanullah Khan untuk Kemandirian Ekonomi Afghanistan
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Tahun ini, Afghanistan memperingati hari jadi kemerdekaan politiknya yang ke-107.

Tanggal 28 Asad (dalam kalender Afghanistan) tidak hanya memperingati kebebasan negara tersebut dari ketergantungan politik, tetapi juga dianggap sebagai awal dari upaya membangun ekonomi yang mandiri.

Setelah meraih kemerdekaan pada 1919, Raja Amanullah Khan meluncurkan program luas untuk mendirikan negara modern dan mereformasi struktur ekonomi negara. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dalam negeri, menata sistem keuangan, serta memperkuat sektor produksi dan perdagangan Afghanistan, lansir Tolo News (20/8/2026).

Pasca-kemerdekaan, pemerintahan Raja Amanullah Khan memperkenalkan reformasi menyeluruh di bidang perpajakan, penganggaran, dan sistem moneter dalam upaya menciptakan sistem keuangan yang lebih tertata.

Reformasi ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah dan memperbaiki pengelolaan keuangan negara.

Reformasi keuangan dan moneter yang diperkenalkan pada masa pemerintahan Raja Amanullah Khan meliputi:

  • Mengubah sistem pembayaran pajak dari bentuk barang menjadi pembayaran tunai
  • Menghapuskan bea cukai internal
  • Menyusun anggaran pemerintah pertama negara tersebut
  • Memperkenalkan "Afghani" sebagai mata uang nasional yang baru
  • Upaya pendirian bank nasional

Namun, program ekonomi pemerintahan Raja Amanullah Khan tidak terbatas pada reformasi keuangan dan moneter saja.

Pengembangan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan pada barang impor juga menjadi bagian penting dari program-program tersebut. Pada saat yang sama, langkah-langkah diambil untuk mengembangkan sektor pertanian dan infrastruktur ekonomi negara.

Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan Raja Amanullah Khan di bidang industri, pertanian, dan infrastruktur transportasi meliputi:

  • Mendirikan dan memperkuat industri dalam negeri
  • Mendukung pengembangan pertanian
  • Membangun jalan dan jembatan
  • Memperluas jaringan transportasi
  • Mengembangkan proyek jalur kereta api

Sejumlah pakar ekonomi menilai bahwa reformasi pada era Raja Amanullah Khan merupakan langkah menuju pembentukan sistem ekonomi yang tertata dan penguatan produksi dalam negeri. Sayed Masoud, seorang pakar ekonomi, mengatakan: “Tujuan Amanullah Khan adalah kemandirian dalam produksi; dengan kata lain, ia ingin produksi dalam negeri berkembang. Di sektor moneter, langkah awal juga diambil untuk memproduksi uang kertas di dalam negeri, dan uang kertas tersebut dicetak di dekat kawasan Saramiasht saat ini. Meskipun kemudian pencetakan uang kertas dilakukan di India dan sempat menghadapi kendala, penciptaan mata uang nasional merupakan salah satu langkah penting menuju kemandirian ekonomi Afghanistan.”

Abdul Nasir Reshtia, pakar ekonomi lainnya, menambahkan: “Pada masa pemerintahan Raja Amanullah Khan, banyak pembangunan infrastruktur dilakukan; bank-bank didirikan, jalur kereta api dikembangkan, dan sistem keuangan negara ditata. Yang terpenting, Raja Amanullah Khan sendiri menggunakan barang-barang produksi dalam negeri dan berulang kali menegaskan dalam pidatonya agar masyarakat menggunakan produk dalam negeri.”

Namun, pelaksanaan reformasi ini bukannya tanpa tantangan.

Khan Jan Alokozay, mantan anggota dewan direksi Kamar Dagang dan Investasi, menegaskan: “Reformasi yang diperkenalkan pada masa Raja Amanullah Khan sangatlah penting, dan ia memiliki visi yang jelas bagi perekonomian negara. Ia meyakini bahwa negara tidak dapat mencapai kemakmuran tanpa kebebasan ekonomi. Namun, masalahnya adalah terbatasnya sumber daya keuangan untuk melaksanakan program-program tersebut, serta kondisi intelektual dan sosial yang juga kurang mendukung. Akibatnya, banyak dari program ini tertunda.”

Lebih dari satu abad setelah Afghanistan meraih kemerdekaan, beberapa pertanyaan serupa mengenai perekonomian negara tersebut masih tetap relevan.

Saat ini, peningkatan produksi dalam negeri, perluasan ekspor, penarikan investasi, dan pengurangan ketergantungan ekonomi masih menjadi isu-isu utama dalam pembahasan mengenai kemandirian ekonomi Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)