KIEV (Arrahmah.id) - Ledakan terdengar di Kiev setelah pejabat AS dan Ukraina memperingatkan pada Sabtu (23/5/2026) bahwa Rusia mungkin sedang mempersiapkan serangan rudal yang akhirnya menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 24 orang, lapor Kyiv Independent.
Setidaknya 13 orang telah dibawa ke rumah sakit, dengan tiga orang dalam kondisi kritis.
Peringatan itu muncul setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pembalasan atas serangan mematikan Ukraina, lansir Anadolu (24/5).
Walikota Kiev Vitali Klitschko mengatakan setidaknya satu orang tewas dan lebih dari 20 orang terluka semalam, saat serangan menghantam beberapa bagian ibu kota, termasuk gedung-gedung perumahan, asrama mahasiswa, pusat layanan mobil, dan pusat perbelanjaan.
"Jumlah korban luka di Kiev telah meningkat menjadi 24, termasuk seorang anak laki-laki berusia 15 tahun," tulis Klitschko pada Ahad di Telegram, menambahkan bahwa tiga orang dalam kondisi serius.
Angkatan Udara Ukraina memperingatkan pada Sabtu malam bahwa rudal balistik jarak menengah, yang dikenal sebagai Oreshnik, mungkin telah diluncurkan.
Tymur Tkachenko, administrator militer Kiev, mengatakan kota itu menghadapi "serangan balistik besar-besaran" dan mendesak warga untuk tetap berada di tempat perlindungan.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan intelijen dari sumber Ukraina, AS, dan Eropa menunjukkan Rusia mungkin sedang bersiap untuk menggunakan rudal Oreshnik. Ia mengatakan informasi tersebut sedang diverifikasi dan mendesak tekanan internasional terhadap Moskow sebelum terjadi eskalasi lebih lanjut.
Pihak berwenang Rusia belum memberikan komentar. (haninmazaya/arrahmah.id)
