Memuat...

28 Orang Tewas Akibat Banjir di Seluruh Afghanistan

Hanin Mazaya
Ahad, 24 Mei 2026 / 8 Zulhijah 1447 12:27
28 Orang Tewas Akibat Banjir di Seluruh Afghanistan
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Badan Kesiapsiagaan Bencana Nasional menyatakan bahwa sejak tanggal 6 Hamal tahun kalender ini (kalender Afghanistan), 285 orang tewas dan 354 lainnya luka-luka akibat berbagai bencana alam di seluruh negeri.

Menurut para pejabat, banjir baru-baru ini telah menghancurkan hampir 9.000 rumah secara keseluruhan atau sebagian dan menyebabkan kerugian finansial yang meluas.

Badan tersebut juga mengumumkan bahwa dalam 48 jam terakhir saja, 28 orang tewas dan 10 lainnya luka-luka akibat banjir di 17 provinsi di seluruh negeri, lansir Tolo News (24/5/2026).

Mohammad Yousuf Hamad, juru bicara Badan Kesiapsiagaan Bencana Nasional, mengatakan: “Alhaj Mullah Nooruddin Turabi, kepala badan tersebut, telah menginstruksikan semua kantor provinsi untuk menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk segera membantu keluarga yang terkena dampak dan mendistribusikan bantuan yang diperlukan.”

Sementara itu, Departemen Meteorologi Kementerian Perhubungan dan Penerbangan telah memperingatkan akan terus berlanjutnya curah hujan dan kemungkinan banjir lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

Mohammad Nasim Moradi, kepala Departemen Meteorologi, mengatakan: “Menurut model prakiraan cuaca, hujan yang tersebar diperkirakan terjadi hari ini dan besok di sebagian wilayah utara, timur laut, dan tengah negara, dengan tingkat curah hujan berkisar antara 10 hingga 30 milimeter di berbagai daerah.”

Para pejabat setempat di Baghlan juga mengatakan bahwa banjir di provinsi tersebut telah memutus jalur fiber optik, menyebabkan gangguan telekomunikasi.

Warga di provinsi yang terkena dampak mengatakan banjir telah menciptakan tantangan serius bagi kehidupan mereka.

Khair Mohammad, seorang warga Baghlan, mengatakan: “Akibat hujan lebat dan hujan es, banjir melanda daerah ini, menyebabkan kerugian manusia dan finansial, dan banyak peternak kehilangan hewan ternak mereka.”

Ghafour, seorang warga Badakhshan, juga mengatakan: “Banjir menyebabkan kerusakan finansial besar pada rumah, jalan, dan lahan pertanian. Kami meminta pemerintah untuk bekerja sama dengan masyarakat yang terkena dampak.”

Para ahli lingkungan meyakini bahwa peningkatan curah hujan lebat, perubahan iklim, dan kurangnya infrastruktur pengelolaan air yang standar merupakan beberapa penyebab utama di balik banjir mematikan yang berulang kali terjadi di Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)