TEHERAN (Arrahmah.id) -- 'Israel' melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran dengan mengerahkan lebih dari 80 jet tempur yang menargetkan pusat militer dan fasilitas rudal Iran. Operasi tersebut merupakan salah satu serangan terbesar sejak pecahnya konflik terbuka antara Iran, 'Israel', dan Amerika Serikat pada akhir Februari 2026.
Militer Israel menyatakan, seperti dilansir The Times of Israel (7/3/2026), puluhan pesawat tempur Angkatan Udara 'Israel' melakukan gelombang serangan ke sejumlah target militer Iran di Teheran dan wilayah Iran tengah. Dalam operasi tersebut, jet-jet tempur 'Israel' menjatuhkan ratusan bom untuk menghantam peluncur rudal balistik, fasilitas penyimpanan senjata, serta pusat komando militer Iran.
Al Arabiya menambahkan, lebih dari 80 jet tempur menjatuhkan sekitar 230 bom ke berbagai target militer Iran, termasuk fasilitas yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Serangan juga dilaporkan menghantam area sekitar Bandara Mehrabad di Teheran yang diduga digunakan untuk operasi militer dan logistik militer Iran.
Militer 'Israel' mengatakan operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah 'Israel'. Target yang dihantam termasuk pusat produksi rudal, gudang penyimpanan amunisi, dan lokasi peluncuran rudal yang disebut digunakan untuk menyerang 'Israel' dalam beberapa hari terakhir.
Serangan udara ini terjadi setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal balistik dan drone ke 'Israel' serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan Washington dan Tel Aviv terhadap Iran. Eskalasi tersebut memperluas konflik regional yang kini melibatkan berbagai negara di kawasan.
Konflik antara Iran dan 'Israel' meningkat tajam sejak Israel meluncurkan operasi militer yang dikenal sebagai Operation Lion’s Roar, yakni serangan terkoordinasi terhadap berbagai fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran. Operasi tersebut dilaporkan dilakukan bersama dukungan militer Amerika Serikat.
Sejumlah analis menilai serangan menggunakan puluhan jet tempur tersebut menunjukkan eskalasi signifikan dalam perang Iran–Israel yang kini memasuki pekan kedua. Jika konflik terus berlanjut, kawasan Timur Tengah dikhawatirkan akan menghadapi perang regional yang lebih luas dengan keterlibatan negara-negara lain. (hanoum/arrahmah.id
