Memuat...

Polda Metro Jaya Ungkap Tantangan Hafalan Alquran di Booth Miras Bukan Ulah MC

Ameera
Rabu, 12 Agustus 2026 / 29 Safar 1448 17:14
Polda Metro Jaya Ungkap Tantangan Hafalan Alquran di Booth Miras Bukan Ulah MC
Polda Metro Jaya Ungkap Tantangan Hafalan Alquran di Booth Miras Bukan Ulah MC

JAKARTA (Arrahmah.id) — Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru terkait video viral tantangan menghafalkan Surah Ad-Dhuha dengan imbalan satu botol minuman beralkohol merek Newport di konser The Sounds Project, Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta Utara.

Polisi memastikan tantangan tersebut bukan disampaikan oleh master of ceremony (MC) booth Newport, melainkan dilakukan secara spontan oleh seorang pengunjung festival.

Fakta itu diperoleh setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Video yang memperlihatkan seorang pengunjung menantang orang lain menghafalkan Surah Ad-Dhuha untuk mendapatkan hadiah satu botol minuman beralkohol tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/8/2026) dan kemudian menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah meminta keterangan dari pihak manajemen, penyelenggara kegiatan, pemilik merek minuman, serta sejumlah pengunjung yang mengetahui kejadian tersebut pada Selasa (11/8/2026).

“Semalam kami sudah melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari pihak penyelenggara maupun pemilik brand. Kami juga sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Selasa (12/8/2026).

Polisi Sebut Challenge Dilakukan Pengunjung

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menyatakan pihak yang menyampaikan tantangan tersebut merupakan seorang pengunjung festival.

Aksi itu disebut dilakukan secara spontan dan bukan bagian dari konsep acara yang disiapkan pihak brand maupun penyelenggara.

Keterangan tersebut sejalan dengan penjelasan Revnaldo Ega, MC yang bertugas di booth Newport ketika kejadian berlangsung.

Ega menjelaskan, peristiwa bermula ketika acara memasuki waktu jeda. Saat itu, ia sedang berinteraksi dengan pengunjung di sekitar booth. Tiba-tiba, seorang perempuan mengenakan atasan putih mengambil mikrofon yang sedang digunakan Ega.

“Pada saat jeda acara, saya melakukan interaksi dengan pengunjung. Lalu, ada audiens yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil alih mic saya,” ujar Ega melalui akun Threads @aqueer_.

Perempuan tersebut kemudian menggunakan mikrofon untuk membuat sayembara kepada pengunjung lain.

Tantangan yang diberikan berupa melafalkan salah satu surah dalam Alquran dengan hadiah yang disebut berasal dari perempuan tersebut.

“Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audience tersebut,” kata Ega.

MC Akui Lalai Mengambil Kembali Mikrofon

Meski menegaskan bahwa tantangan tersebut bukan bagian dari acara resmi Newport, Ega tetap menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi.

Menurut Ega, dirinya bertanggung jawab sebagai MC karena seharusnya segera mengambil kembali mikrofon setelah mengetahui adanya penyampaian sayembara yang tidak sesuai dengan konsep kegiatan.

“Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung. Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport,” tulis Ega.

Ia juga mengakui kelalaiannya dalam mengendalikan situasi dan menyebut insiden tersebut sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand,” ujarnya.

Identitas Perempuan Berbaju Putih Belum Dibuka

Sosok perempuan berbaju putih yang disebut mengambil mikrofon Ega menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan. Namun, hingga kini identitas lengkap perempuan tersebut belum disampaikan secara terbuka kepada publik.

Belum diketahui secara pasti nama, status, maupun keterkaitannya dengan pihak Newport atau penyelenggara The Sounds Project. Tidak diketahui pula apakah perempuan tersebut merupakan bagian dari sponsor, panitia, atau murni pengunjung festival.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyatakan telah mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan challenge tersebut. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para pihak yang telah diperiksa.

Dengan demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha yang viral tersebut tidak berasal dari MC maupun merupakan bagian dari konsep resmi booth Newport.

Tantangan disebut muncul secara spontan setelah seorang pengunjung mengambil mikrofon MC dan menyampaikan sayembara kepada pengunjung lainnya.

Polda Metro Jaya masih mendalami keseluruhan rangkaian kejadian untuk memastikan pihak-pihak yang terlibat serta latar belakang munculnya tantangan tersebut.

(ameera/arrahmah.id)