KABUL (Arrahmah.id) - Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan (IIA), menanggapi kekhawatiran AS terkait Mahmood Shah Habibi—seorang warga negara Amerika yang diduga ditahan oleh Imarah Islam—dengan mengatakan kepada Tolo News bahwa para pejabat pemerintah saat ini telah menegaskan kepada pihak AS dalam pertemuan tatap muka bahwa tidak ada tahanan dengan nama tersebut di Afghanistan.
Mujahid menekankan bahwa jika Mahmood Shah Habibi memang ditahan di Afghanistan, masalah tersebut seharusnya sudah diselesaikan sejak awal.
Mujahid menambahkan: "Imarah Islam Afghanistan telah berulang kali menegaskan dan menyampaikan secara langsung kepada pihak Amerika bahwa kami tidak memiliki tahanan bernama Habibi di Afghanistan. Jika kami memilikinya, tentu tidak akan ada masalah dan persoalan itu sudah diselesaikan saat itu juga. Namun, kami tidak memiliki tahanan dengan nama tersebut, dan kami juga tidak mengetahui adanya orang dengan nama itu."
Sementara itu, Misi AS untuk Afghanistan menulis di akun X mereka bahwa empat tahun setelah hilangnya Mahmood Shah Habibi, tidak ada alasan bagi masalah ini untuk tetap belum terselesaikan.
Misi AS untuk Afghanistan menulis di X: "Hari ini menandai empat tahun sejak hilangnya warga Amerika, Mahmood Shah Habibi. Tidak ada alasan bagi kasus ini untuk tetap belum terselesaikan. Kami tetap berkomitmen untuk membawa Mahmood pulang dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi kepulangannya. Imbalan hingga 5 juta dolar AS masih tersedia bagi informasi yang mengarah pada lokasi, penemuan, dan kepulangannya."
Yousuf Amin Zazai, seorang analis politik, mengatakan: "Ketika pihak Amerika melontarkan klaim, klaim tersebut haruslah akurat dan kredibel. Sekadar mengatakan bahwa dia ditahan oleh pihak Anda dan harus dibebaskan, tanpa menyertakan bukti yang kredibel dan akurat, justru menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan komunitas internasional."
Sejak tahun 2022, tujuh warga negara AS—Mark Frerichs, Ryan Corbett, William Wallace McKenty, George Glezmann, Faye Hall, Amir Amiri, dan Dennis Coyle—telah dibebaskan dari tahanan Imarah Islam Afghanistan melalui mediasi Qatar. Selama periode tersebut, Asadullah Haroon Gul juga dibebaskan dari Guantanamo Bay. Namun, belum ada kabar terbaru mengenai pembebasan Muhammad Rahim Afghani, yang—berdasarkan usulan pemerintahan Biden—dikabarkan akan dibebaskan sebagai pertukaran bagi Ryan Corbett, George Glezmann, dan Mahmood Shah Habibi.
Nama-nama dan tanggal pembebasan warga negara AS yang dibebaskan dari tahanan Imarah Islam adalah sebagai berikut:
Mark Frerichs — 20 September 2022
Ryan Corbett — 21 Januari 2025
William Wallace McKenty — 21 Januari 2025
George Glezmann — 20 Maret 2025
Faye Dale Hall — 26 Maret 2025
Amir Amiri — 28 September 2025
Dennis Coyle — 24 Maret 2026
Sadiq Shinwari, seorang analis urusan militer, mengatakan: "Langkah AS ini lebih memiliki dimensi politis dan bertujuan untuk memberikan tekanan diplomatik. Amerika Serikat ingin memperoleh posisi tawar dan keuntungan dalam negosiasi mendatang terkait pembebasan warga negara AS."
Biro Investigasi Federal (FBI) AS menyatakan bahwa Mahmood Shah Habibi, seorang warga negara AS keturunan Afghanistan, menghilang di Kabul pada 10 Agustus 2022. Pada 8 Juli 2025, FBI mengumumkan imbalan hingga 5 juta dolar AS bagi informasi yang dapat mengungkap keberadaannya. (haninmazaya/arrahmah.id)
