Memuat...

Bahas Gaza Berujung Bentrok, Mantan Tentara "Israel" Ricuh dengan Kandidat Kongres AS di Las Vegas

Samir Musa
Rabu, 12 Agustus 2026 / 29 Safar 1448 21:07
Bahas Gaza Berujung Bentrok, Mantan Tentara "Israel" Ricuh dengan Kandidat Kongres AS di Las Vegas
Cuplikan dari dua video memperlihatkan influencer Amerika Dennis Fetosa diserang oleh Yoseph Haddad (media sosial).

LAS VEGAS (Arrahmah.id) — Keributan fisik terjadi di Las Vegas, Amerika Serikat, antara mantan kandidat Partai Republik untuk Kongres AS sekaligus kreator konten Dennis Fetosa, yang dikenal dengan nama “Def Noodles”, dan aktivis pro-"Israel" serta mantan tentara militer "Israel", Yoseph Haddad.

Peristiwa tersebut terjadi ketika keduanya mengikuti rekaman podcast Digital Social Hour pada Selasa (11/8/2026). Perdebatan yang awalnya membahas perang dan kejahatan "Israel" di Jalur Gaza kemudian berubah menjadi pertengkaran fisik.

Dilansir dari Al Jazeera, Fetosa merupakan pengusaha digital dan aktivis Partai Republik yang pernah mencalonkan diri untuk mewakili wilayah Los Angeles di Kongres AS. Ia lahir di New Jersey dan dibesarkan di Brasil.

Versi Dennis Fetosa

Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube-nya, Fetosa menceritakan kronologi keributan tersebut. Ia menuduh Haddad sengaja memprovokasi peserta diskusi dan menggambarkannya sebagai penyebar propaganda pro-"Israel".

Menurut Fetosa, suasana rekaman podcast sudah memanas selama berjam-jam sebelum dirinya terlibat dalam perdebatan dengan Haddad.

Fetosa kemudian mempertanyakan pengalaman Haddad ketika bertugas di Brigade Golani militer "Israel", termasuk mengenai dugaan keterlibatan dalam serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza.

Menurut Fetosa, perdebatan berubah menjadi bentrokan fisik setelah dirinya berdiri dan merangkul bahu Haddad. Ia mengeklaim Haddad kemudian berusaha menyerangnya dan bahkan memukulnya ketika petugas keamanan berusaha melerai keduanya.

Fetosa mengaku menyesal karena perdebatan tersebut akhirnya berubah menjadi kekerasan. Namun, ia tetap mengecam Haddad dan menuduhnya terlibat dalam kejahatan perang di Gaza.

Haddad Membantah dan Mengaku Diserang

Haddad menyampaikan versi berbeda mengenai kejadian tersebut melalui platform X.

Ia mengeklaim dirinya diserang oleh Fetosa, yang disebutnya sebagai seorang “neo-Nazi”, setelah diskusi di studio berubah menjadi konfrontasi fisik.

Haddad juga mengatakan dirinya telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian dan berharap Fetosa diproses secara hukum di Amerika Serikat.

Fetosa membantah tuduhan tersebut dan menilai video yang beredar di media sosial hanya memperlihatkan potongan tertentu dari kejadian.

Ia menegaskan bahwa rekaman lengkap diperlukan untuk menentukan siapa yang lebih dahulu melakukan serangan dan apakah tindakan yang dilakukan merupakan bentuk pembelaan diri.

Saksi Sebut Terjadi Tiga Keributan

Seorang peserta diskusi lainnya yang menggunakan nama Adam di platform X juga memberikan kesaksiannya mengenai insiden tersebut.

Adam mengklaim terjadi tiga keributan berbeda selama kegiatan berlangsung. Ia juga menuduh Haddad dan istrinya terus memprovokasi peserta lain selama berjam-jam.

Menurut Adam, terdapat rekaman yang menunjukkan Haddad lebih dahulu melakukan serangan dalam salah satu insiden. Namun, klaim tersebut masih berasal dari kesaksian dan unggahan media sosial pihak yang terlibat dan belum menjadi kesimpulan resmi aparat penegak hukum.

Haddad Laporkan Fetosa ke Polisi

Setelah insiden tersebut, Haddad menyatakan telah membuat laporan polisi terhadap Fetosa dan meminta agar dirinya diproses secara hukum.

Fetosa menanggapi laporan tersebut dengan mengatakan bahwa aparat seharusnya memeriksa seluruh rangkaian kejadian, bukan hanya video pendek yang beredar di media sosial.

Insiden tersebut kemudian memicu perdebatan luas di media sosial, terutama terkait hubungan politik Amerika Serikat dengan "Israel", perang di Gaza, serta kontroversi mengenai aktivitas Haddad di Amerika Serikat.

Sejumlah pengguna media sosial mengecam Haddad, sementara pengguna lainnya membela mantan tentara "Israel" tersebut dan menuduh Fetosa sebagai pihak yang memulai konfrontasi.

Hingga berita ini ditulis, kedua pihak masih mempertahankan versi masing-masing mengenai siapa yang memulai bentrokan.

(Samirmusa/arrahmah.id)