GAZA (Arrahmah.id) -- Juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah, menyampaikan pidato terbaru yang menegaskan bahwa kelompok perlawanan Palestina Hamas masih akan melanjutkan perlawanan terhadap 'Israel' di tengah berlanjutnya konflik di Gaza dan Tepi Barat.
Dalam pidato yang dirilis melalui saluran media Al-Qassam dan disiarkan sejumlah media Arab pada pekan ini, Abu Ubaidah juga menyinggung situasi kemanusiaan di Gaza, perkembangan pertempuran, serta rencana perluasan permukiman 'Israel' di Tepi Barat yang memicu kecaman dari berbagai pihak.
Dilansir Roya News (3/6/2026), pidato tersebut muncul ketika pemerintah 'Israel' sedang menghadapi kritik internasional terkait rencana pembangunan 18 permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki.
Menurut laporan media Timur Tengah, kebijakan itu dipandang sebagai salah satu langkah terbesar dalam perluasan permukiman 'Israel' dalam beberapa tahun terakhir dan berpotensi memperburuk ketegangan dengan Palestina. Rencana tersebut juga menjadi salah satu isu yang disorot Abu Ubaidah dalam pidatonya.
Dalam rekaman yang beredar, Abu Ubaidah menyatakan bahwa kelompoknya tidak akan menerima tekanan untuk menghentikan perjuangan bersenjata selama konflik dengan 'Israel' masih berlangsung.
Ia menegaskan bahwa perlawanan terhadap 'Israel' akan terus dilakukan di berbagai medan yang dianggap strategis oleh kelompok tersebut. Pernyataan itu sejalan dengan sejumlah pidato sebelumnya yang menyerukan peningkatan konfrontasi terhadap 'Israel' di berbagai wilayah Palestina.
“Perlawanan akan terus berlanjut dan tidak akan berhenti selama agresi terhadap rakyat Palestina masih berlangsung,” kata Abu Ubaidah dalam pidatonya yang diterjemahkan dari bahasa Arab.
Selain membahas situasi militer, Abu Ubaidah juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang menurut berbagai lembaga internasional masih menghadapi krisis serius akibat perang berkepanjangan.
Ia menuduh 'Israel' bertanggung jawab atas penderitaan warga sipil dan menyerukan dukungan yang lebih besar dari dunia Arab serta komunitas internasional terhadap rakyat Palestina.
Sementara itu, perkembangan terbaru di Tepi Barat menjadi perhatian tersendiri. Pemerintah 'Israel' dikabarkan sedang memajukan rencana pembangunan 18 permukiman baru yang menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia dan sejumlah negara Barat berpotensi menghambat prospek solusi dua negara. Otoritas Palestina mengecam langkah tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Di sisi lain, 'Israel' terus menegaskan bahwa operasi militernya bertujuan melemahkan kemampuan kelompok-kelompok bersenjata Palestina. Pemerintah 'Israel' juga berulang kali menyatakan akan melanjutkan tindakan keamanan selama masih terdapat ancaman terhadap wilayah dan warga negaranya. Perbedaan posisi yang tajam antara kedua pihak membuat prospek penyelesaian konflik dalam waktu dekat masih terlihat sulit.
Pidato terbaru Abu Ubaidah menunjukkan bahwa ketegangan antara Hamas dan 'Israel' masih jauh dari mereda. Di tengah perdebatan mengenai perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan krisis kemanusiaan yang berlanjut di Gaza, pernyataan Al-Qassam tersebut diperkirakan akan semakin memperkuat dinamika konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan terus menjadi perhatian dunia internasional. (hanoum/arrahmah.id)
