Memuat...

Mobil Seruduk Kerumunan Acara LGBT Berlin, Polisi Tangkap Tersangka yang Diduga Terinspirasi ISIS

Hanoum
Senin, 27 Juli 2026 / 13 Safar 1448 04:44
Mobil Seruduk Kerumunan Acara LGBT Berlin, Polisi Tangkap Tersangka yang Diduga Terinspirasi ISIS
Pendukung LGBT berduka pada hari Ahad (26/7/2026) di depan Gerbang Brandenburg dekat lokasi kejadian di mana sebuah kendaraan menabrak kerumunan orang di pinggir jalan saat parade Hari Christopher Street di Berlin sehari sebelumnya. [Foto: Clemens Bilan/EPA]

BERLIN (Arrahmah.id) -- Sebuah kendaraan dilaporkan menabrak kerumunan peserta acara Berlin Pride (CSD) di ibu kota Jerman pada Sabtu (26/7/2026), menyebabkan sejumlah orang terluka dan memicu operasi keamanan besar-besaran. Polisi Jerman menangkap seorang pria yang diduga memiliki motif ekstremis Islamis dan sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitannya dengan kelompok militan Islamic State (ISIS).

Insiden ini terjadi ketika ribuan orang berkumpul dalam perayaan tahunan komunitas LGBT terbesar di Jerman. Berdasarkan laporan berbagai media internasional, aparat menyebut serangan tersebut sebagai dugaan aksi teror yang direncanakan.

Menurut laporan BBC (26/7), tersangka mengendarai sebuah van yang menerobos area keramaian sebelum akhirnya dihentikan oleh aparat keamanan. Selain menggunakan kendaraan, pelaku juga disebut membawa senjata tajam dan sempat menimbulkan kepanikan di lokasi acara. Polisi segera mengamankan area dan menangkap tersangka hidup-hidup untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut terjadi di Berlin, Jerman, saat puluhan ribu peserta menghadiri parade Pride yang menjadi simbol perjuangan hak-hak LGBT. Otoritas keamanan menyatakan penyelidikan awal mengarah pada motif ideologi ekstremis Islamis.

Sejumlah media Jerman dan Inggris melaporkan bahwa pelaku diduga terpapar propaganda kelompok ISIS, meskipun hingga kini belum ada klaim resmi dari organisasi tersebut. Polisi dan jaksa federal masih mengumpulkan bukti digital serta riwayat aktivitas tersangka untuk memastikan tingkat keterlibatannya dengan jaringan ekstremis.

Kepala Kepolisian Berlin Barbara Slowik dalam keterangannya kepada The Guardian menegaskan bahwa aparat menangani kasus ini dengan sangat serius. Ia mengatakan, “Kami sedang menyelidiki seluruh latar belakang pelaku dan kemungkinan motif ideologis di balik serangan ini.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan tidak hanya berfokus pada tindakan pelaku di lokasi kejadian, tetapi juga jaringan atau pengaruh yang mungkin melatarbelakangi aksinya.

Wali Kota Berlin Kai Wegner turut mengecam keras insiden tersebut. Dalam pernyataannya , ia menyatakan, “Berlin adalah kota yang terbuka dan beragam. Kebencian serta kekerasan tidak memiliki tempat di kota ini.”

Ia juga menyampaikan dukungan kepada para korban dan memuji respons cepat aparat keamanan yang berhasil mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Insiden ini kembali menyoroti kekhawatiran otoritas Eropa terhadap ancaman serangan individu yang terinspirasi kelompok ekstremis. Dalam beberapa tahun terakhir, badan keamanan Jerman berulang kali memperingatkan meningkatnya risiko aksi lone wolf yang menargetkan kelompok tertentu atau acara publik berskala besar. Berlin Pride sendiri selama ini menjadi salah satu agenda yang mendapat pengamanan ketat karena menarik peserta dari berbagai negara.

Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti korban masih terus diperbarui oleh otoritas setempat. Polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif, jaringan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan serangan tersebut. (hanoum/arrahmah.id)