Memuat...

Ahmadinejad Jadi Misteri dalam Perang AS-Iran, Muncul Isu Operasi Rahasia hingga Rumor Kematian

Hanoum
Ahad, 31 Mei 2026 / 15 Zulhijah 1447 04:22
Ahmadinejad Jadi Misteri dalam Perang AS-Iran, Muncul Isu Operasi Rahasia hingga Rumor Kematian
Mahmoud Ahmadinejad. [Foto: AFP]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali menjadi sorotan internasional setelah namanya muncul dalam berbagai spekulasi terkait perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Di tengah konflik yang memanas sejak awal 2026, keberadaan Ahmadinejad justru menjadi salah satu misteri terbesar karena sempat dikabarkan tewas dalam serangan udara, namun kemudian muncul laporan yang menyebut ia masih hidup dan bahkan diduga menjadi bagian dari skenario politik pascaperang yang dibahas secara diam-diam oleh sejumlah pihak.

Perhatian terhadap Ahmadinejad meningkat setelah laporan media internasional mengungkap bahwa pada tahap awal perang AS-Israel melawan Iran, sejumlah pejabat disebut sempat mempertimbangkan skenario yang melibatkan mantan presiden tersebut sebagai figur potensial dalam tatanan politik Iran setelah konflik berakhir.

Laporan itu muncul ketika serangan udara besar-besaran menghantam berbagai target strategis Iran pada akhir Februari 2026.

Menurut laporan yang dikutip BBC (29/5/2026), Ahmadinejad menjadi tokoh yang penuh teka-teki karena posisinya unik di dalam politik Iran. Meski pernah dikenal sebagai presiden garis keras dan memiliki rekam jejak konfrontatif terhadap Barat serta Israel, dalam beberapa tahun terakhir ia justru beberapa kali berselisih dengan elite Republik Iran dan kehilangan sebagian pengaruh politiknya. Kondisi itu membuat sebagian pengamat kesulitan membaca posisi sebenarnya Ahmadinejad dalam dinamika konflik terbaru.

Spekulasi semakin berkembang ketika rumah yang dikaitkan dengan Ahmadinejad di kawasan Narmak, Teheran, terkena serangan pada 28 Februari 2026. Sejumlah media sempat melaporkan bahwa mantan presiden itu tewas dalam serangan tersebut bersama beberapa anggota tim pengamannya dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Namun laporan lain kemudian menyebut Ahmadinejad masih hidup sehingga memunculkan berbagai teori mengenai keberadaannya.

The Guardian melaporkan bahwa terdapat klaim kontroversial mengenai kemungkinan adanya rencana yang sempat dibahas oleh pihak Amerika Serikat dan Israel untuk membebaskan Ahmadinejad dari pembatasan yang dikenakan pemerintah Iran dan menjadikannya figur alternatif dalam skenario perubahan politik pascaperang.

Namun laporan itu juga menuai keraguan dari banyak analis yang mempertanyakan logika politik di balik gagasan tersebut mengingat rekam jejak Ahmadinejad yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai tokoh anti-Israel.

Analis politik Iran dari Tel Aviv University, Beni Sabti, termasuk salah satu pihak yang meragukan laporan tersebut. Ia menyebut banyak bagian dari narasi yang beredar masih sulit diverifikasi.

“Cerita ini seperti keju Swiss, terlalu banyak lubang yang belum terjawab,” kata Beni Sabti sebagaimana dikutip New York Post.

Di sisi lain, laporan The Atlantic menyebut Ahmadinejad tetap memiliki nilai politik tertentu karena dikenal sebagai figur populis yang masih memiliki basis pendukung di sebagian kalangan masyarakat Iran. Meski tidak lagi berada di lingkaran utama kekuasaan, namanya dinilai masih cukup dikenal untuk menjadi simbol alternatif di tengah krisis politik yang melanda negara tersebut.

Kemunculan kembali nama Ahmadinejad juga terjadi ketika Iran sedang menghadapi ketidakpastian besar akibat perang dan perubahan struktur kepemimpinan nasional. Sejumlah pejabat senior Iran dilaporkan tewas dalam serangan udara sepanjang konflik, termasuk tokoh-tokoh penting di bidang keamanan dan militer.

Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai siapa saja figur yang mungkin memainkan peran dalam masa transisi politik Iran ke depan.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran, Amerika Serikat, maupun Israel terkait berbagai laporan yang mengaitkan Ahmadinejad dengan skenario politik pascaperang. Keberadaannya juga masih jarang muncul di hadapan publik sejak konflik pecah.

Kondisi inilah yang membuat mantan presiden tersebut menjadi salah satu tokoh paling misterius dalam perang AS-Iran yang masih menyisakan banyak pertanyaan mengenai masa depan politik Republik Islam itu. (hanoum/arrahmah.id)