Memuat...

Akui Semakin Sulit Jadi Warga 'Israel' di Luar Negeri, Gal Gadot Berencana Kembali ke Negaranya

Zarah Amala
Sabtu, 31 Oktober 2026 / 21 Jumadilawal 1448 13:17
Akui Semakin Sulit Jadi Warga 'Israel' di Luar Negeri, Gal Gadot Berencana Kembali ke Negaranya
Aktris 'Israel' sekaligus mantan tentara, Gal Gadot, menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum 'Israel'. (Foto: Tangkapan video)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Aktris 'Israel' Gal Gadot mengaku semakin sering mengenakan masker saat berada di tempat umum dan berencana kembali menetap di 'Israel' bersama keluarganya. Ia menyebut bahwa menjadi warga 'Israel' di luar negeri belakangan ini semakin sulit karena adanya permusuhan dan perbedaan cara pandang terhadap situasi di negaranya.

Pernyataan tersebut disampaikan pemeran film Wonder Woman itu dalam acara khusus malam pemilihan umum 'Israel', Eretz Nehederet, yang ditayangkan Channel 12 pada Selasa (27/10/2026).

Dalam acara tersebut, Gadot berbicara mengenai aktivitas berbelanja, kehidupan keluarganya di Amerika Serikat, serta rencana membangun rumah di 'Israel'. Percakapan itu menyoroti dampak citra internasional 'Israel' terhadap kehidupan pribadi salah satu selebritas 'Israel' paling dikenal.

“Belakangan ini, menjadi orang 'Israel' di luar negeri terasa sulit. Ada banyak kebencian. Saya berusaha menjelaskan kepada mereka bahwa apa yang kalian lihat dari sana tidak sama dengan apa yang kami lihat dari sini. Begitu pula sebaliknya, apa yang kami lihat di sini tidak kalian lihat di sana,” kata Gadot.

Penampilannya berlangsung dalam sebuah sketsa komedi yang menampilkan Yuval Semo sebagai Asher, seorang sopir taksi. Dalam adegan tersebut, Asher memuji Gadot sebagai seorang Zionis dan patriot setelah mengetahui bahwa ia pulang untuk menggunakan hak pilihnya.

Sebelumnya, Gadot juga mengunggah video yang mengajak warga 'Israel' menggunakan hak demokratis mereka dalam pemilu. Dalam video itu, ia menyatakan akan “memilih perubahan”, tetapi tidak menyebutkan partai yang didukungnya.

Gadot mengatakan berencana kembali ke 'Israel' bersama suaminya, Jaron Varsano, dan keempat putri mereka. Keluarga tersebut saat ini sedang membangun rumah di 'Israel'.

Pernyataan Gadot muncul di tengah sorotan internasional terhadap perang 'Israel' di Jalur Gaza. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dipublikasikan pada 29 Oktober 2026, sedikitnya 74.570 warga Palestina tewas dan 175.808 lainnya terluka sejak Oktober 2023.

Di balik angka tersebut terdapat keluarga yang kehilangan seluruh anggotanya, korban selamat yang mengalami disabilitas permanen, serta masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat kehancuran luas.

Pada Desember 2024, Amnesty International menyimpulkan bahwa 'Israel' melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Investigasi organisasi tersebut mendokumentasikan pembunuhan, penderitaan fisik dan mental yang berat, serta penerapan kondisi kehidupan yang secara sengaja diperhitungkan untuk menghancurkan warga Palestina secara fisik.

Sementara itu, pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant. ICC menyatakan terdapat alasan yang masuk akal untuk meyakini keduanya bertanggung jawab atas kejahatan perang berupa penggunaan kelaparan sebagai metode peperangan serta kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan dan penganiayaan.

Mahkamah Internasional (ICJ) juga telah mengeluarkan sejumlah tindakan sementara yang mengikat dalam perkara dugaan genosida yang diajukan Afrika Selatan terhadap 'Israel'. Langkah tersebut mencakup perintah agar 'Israel' mencegah tindakan genosida, mencegah dan menghukum hasutan langsung serta terbuka untuk melakukan genosida, serta memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)