GROZNY (Arrahmah.id) -- Turpal-Ali Mezhidov (36) asal Gudermes, Chechnya, tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan pada 19 Oktober 2026. Insiden di wilayah Distrik Kurchaloyevsky itu memicu operasi keamanan berskala luas. Sementara otoritas Chechnya menyebutnya sebagai tersangka yang diduga terlibat dalam aksi sabotase, kanal-kanal oposisi mengaitkan kematiannya dengan riwayat penangkapan dan dugaan penyiksaan yang dialaminya.
Dilansir Caucasian Knot (22/10/2026), identitas Mezhidov awalnya tidak diumumkan secara resmi oleh otoritas Chechnya. Namanya kemudian beredar melalui kanal-kanal Telegram oposisi. Informasi yang dikutip media tersebut menyebutkan bahwa Mezhidov diduga menjadi sasaran upaya penangkapan di pos pemeriksaan kawasan Chernorechye. Ia dilaporkan melakukan perlawanan bersenjata, melukai sejumlah petugas menurut sumber yang dikutip, lalu melarikan diri sebelum akhirnya tewas setelah dikejar aparat.
Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov, mengonfirmasi pada 22 Oktober bahwa aparat keamanan telah menewaskan seorang tersangka yang diduga terlibat dalam sabotase dan menangkap satu orang lainnya.
Dalam pertemuan dengan pejabat keamanan, Menteri Dalam Negeri Chechnya Aslan Iraskhanov juga menyampaikan dugaan rencana pengeboman di dekat kantor administrasi Distrik Gudermes serta rencana serangan terhadap pos polisi lalu lintas.
Caucasian Knot menyebut bahwa Mezhidov pernah berulang kali ditangkap dan mengalami penyiksaan oleh aparat keamanan. Dia dikenal sebagai sosok religius yang membantu masyarakat, termasuk mengurus perjalanan ibadah ke Tanah Suci dan mengajarkan agama. Ia disebut kemudian terlibat dalam gerakan perlawanan bawah tanah terhadap pemerintahan yang bersekutu dengan Moskow.
Operasi pada 19 Oktober juga diikuti pengerahan aparat keamanan dan penggerebekan di sejumlah wilayah Chechnya. Caucasian Knot melaporkan bahwa insiden tersebut menjadi baku tembak pertama dalam sekitar satu setengah tahun yang secara resmi dikonfirmasi oleh otoritas republik itu. (hanoum/arrahmah.id)
