ANKARA (Arrahmah.id) -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menziarahi Anıtkabir, mausoleum pendiri republik Mustafa Kemal Atatürk, di Ankara pada Kamis (29/10/2026), dalam peringatan Hari Republik ke-103. Erdoğan memimpin pejabat tinggi negara dalam upacara itu, lalu berjanji mewujudkan visi “Abad Türki”.
Dilansir Hürriyet Daily News (29/10), Erdoğan berjanji menjadikan Türki “lebih kuat dan berpengaruh” dalam beberapa tahun mendatang, dengan prinsip “damai di dalam negeri, damai di dunia” yang dikaitkan dengan
Atatürk. Dalam pesan videonya, ia mengatakan Türki menjaga stabilitas di tengah perang dan krisis di sekitarnya, dan mengambil tanggung jawab menyelesaikan sengketa. Setelah ziarah, ia menggelar resepsi di Kompleks Kepresidenan.
Upacara dimulai dari mausoleum. Erdoğan dan pejabat negara berbaris di sepanjang Aslanlı Yol, jalur berpatung singa menuju makam. Ratusan ribu orang dari berbagai penjuru Türki mendatangi Anıtkabir sejak dini hari untuk menghormati Atatürk. Angkatan Laut mengirim 29 kapal ke 29 pelabuhan untuk dibuka bagi kunjungan publik.
Peringatan tahun ini bertepatan dengan agenda diplomasi. Hari Republik jatuh bersamaan dengan KTT ke-13 Organisasi Negara-Negara Turkik (OTS) yang mempertemukan pemimpin lima negara anggota di Ankara pada 29–30 Oktober.
Pada Jumat, Erdoğan, yang menjadi tuan rumah KTT bertema “Abad Turki”, berterima kasih kepada para pemimpin yang ikut merayakan ulang tahun republik. Ia juga mendesak negara-negara Turkik memperkuat bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza.
Hari Republik memperingati proklamasi republik oleh Majelis Agung Nasional Turki pada 29 Oktober 1923. Hürriyet mencatat proklamasi itu dilakukan dengan suara 158 anggota parlemen yang hadir. (hanoum/arrahmah.id)
