Memuat...

Al-Qassam Rilis Dokumentasi Pejuang di Balik Sapaan Legendaris untuk Analis Militer Fayez al-Dweiri

Zarah Amala
Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharam 1448 11:19
Al-Qassam Rilis Dokumentasi Pejuang di Balik Sapaan Legendaris untuk Analis Militer Fayez al-Dweiri
Brigade Al-Qassam menerbitkan rekaman lapangan tentang martir Ibrahim Al-Balbisi (Pers Palestina)

GAZA (Arrahmah.id) - Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, secara resmi mengungkapkan identitas pejuang mereka yang melontarkan frasa legendaris "Hallil ya Dweiri" (Analisiskan ini, ya Dweiri), yang menjadi viral di tengah berkecamuknya perang di Jalur Gaza. Identitas pejuang tersebut adalah Ibrahim Muhammad al-Bilbaisi, yang kini diabadikan dalam seri dokumentasi "Aqmar al-Tufan" (Bulan-bulan Taufan).

Frasa ini bermula dari potongan video pertempuran di Gaza pada akhir 2023, di mana seorang pejuang Al-Qassam yang sedang bertugas terlihat menyapa analis militer Fayez al-Dweiri, sosok yang rutin memberikan analisis harian di saluran berita Al Jazeera, setelah berhasil mengenai target militer 'Israel'.

Dalam rekaman baru yang dirilis oleh Al-Qassam melalui Telegram, terlihat cuplikan aksi Ibrahim al-Bilbaisi selama keterlibatannya dalam pertempuran melawan invasi pasukan pendudukan 'Israel'.

Al-Bilbaisi terekam sedang menargetkan pasukan Israel yang bersembunyi di dalam sebuah rumah di kawasan Juhr al-Dik, Gaza Tengah. Dengan presisi, ia meluncurkan proyektil dari lubang terowongan bawah tanah, sesaat sebelum melontarkan kalimat ikoniknya sebagai ekspresi keberhasilan serangan terhadap target.

Al-Qassam menjelaskan bahwa Al-Bilbaisi merupakan bagian dari Batalyon Al-Quds di Brigade Tengah. Ia tidak hanya terlibat sebagai pelaksana lapangan, tetapi juga berperan dalam perencanaan serta eksekusi operasi dan penyergapan sejak dimulainya pertempuran Banjir al-Aqsha pada 7 Oktober 2023.

Pengungkapan identitas Al-Bilbaisi memicu reaksi luas dan emosional di berbagai platform media sosial. Frasa "Hallil ya Dweiri" telah lama berubah menjadi simbol perlawanan dan keberanian di tengah pertempuran yang intens.

Para aktivis dan pengguna media sosial kembali membagikan video operasi tersebut dengan berbagai komentar apresiatif. Banyak pengguna media sosial menyebut bahwa kata-kata inspiratif memiliki umur yang lebih panjang daripada penuturnya. Mereka memuji keberanian Al-Bilbaisi yang kini menjadi bagian dari narasi sejarah perlawanan Gaza.

Unggahan ini memicu gelombang memori kolektif tentang masa-masa awal perang, di mana video-video aksi pejuang Palestina menjadi referensi utama bagi publik dunia mengenai realitas di lapangan.

Rilis dokumentasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Brigade Al-Qassam dalam seri "Aqmar al-Tufan" untuk mengabadikan perjalanan dan pengabdian para pejuangnya selama perang berlangsung. Hingga saat ini, kisah Ibrahim al-Bilbaisi menjadi pengingat bagi banyak pihak tentang keteguhan sosok di balik layar yang turut membentuk dinamika pertempuran melalui keberanian dan dedikasi mereka. (zarahamala/arrahmah.id)