Memuat...

Aliansi BEM se-UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Usung Tema #MerebutKemerdekaan

Ameera
Selasa, 18 Agustus 2026 / 6 Rabiulawal 1448 15:17
Aliansi BEM se-UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Usung Tema #MerebutKemerdekaan
Aliansi BEM se-UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Usung Tema #MerebutKemerdekaan

JAKARTA (Arrahmah.id) — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Indonesia (UI) akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Aksi tersebut digelar sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Aksi mahasiswa tersebut mengusung tema #MerebutKemerdekaan. Sebelum menuju lokasi aksi, peserta dijadwalkan berkumpul di Lapangan FISIP UI mulai pukul 10.00 WIB. Massa aksi diminta mengenakan pakaian berwarna hitam.

Aliansi BEM se-UI menyatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari kajian yang mereka susun untuk mempertanyakan kondisi kemerdekaan Indonesia setelah 81 tahun merdeka. Kajian itu mengangkat pertanyaan, “81 Tahun, Merdeka untuk Siapa?”

Kajian tersebut kemudian dilanjutkan melalui konsolidasi bersama sejumlah simpul masyarakat. Dari hasil konsolidasi, Aliansi BEM se-UI menilai masyarakat Indonesia belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan, khususnya dalam aspek ekonomi dan politik.

Dalam pernyataannya, aliansi mahasiswa tersebut juga menyoroti pemusatan kekuasaan serta sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mereka nilai berdampak terhadap masyarakat.

“Rakyat Indonesia tidak merdeka secara ekonomi, tidak merdeka secara politik, dan terus menjadi korban pemusatan kekuasaan oleh rezim Prabowo. Negara telah menjajah rakyatnya sendiri.”

Pernyataan tersebut merupakan sikap dan penilaian Aliansi BEM se-UI terhadap kondisi politik dan ekonomi nasional.

Bawa Sejumlah Tuntutan

Atas dasar kajian dan hasil konsolidasi tersebut, Aliansi BEM se-UI mengajak masyarakat sipil yang memiliki keresahan serupa untuk bergabung dalam aksi massa di Bundaran HI.

Sejumlah tuntutan akan dibawa dalam aksi tersebut. Di antaranya, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan apa yang mereka sebut sebagai penjajahan negara terhadap rakyat sendiri, memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mewujudkan reforma agraria sejati.

Mahasiswa juga menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi total terhadap proyek strategis nasional (PSN).

Pada sektor program pemerintah, Aliansi BEM se-UI menyerukan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Soroti Pemusatan Kekuasaan dan Otonomi Daerah

Tuntutan lainnya berkaitan dengan persoalan politik dan pemerintahan. Aliansi BEM se-UI meminta penghentian pemusatan kekuasaan serta menolak pemangkasan transfer ke daerah (TKD).

Mereka juga mendesak pemerintah mengembalikan otonomi daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat kewenangan pemerintah daerah dalam mengelola kepentingan masyarakat di wilayah masing-masing.

Tuntutan Penanganan Bencana

Isu kebencanaan turut menjadi bagian dari tuntutan mahasiswa. Aliansi BEM se-UI meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores.

Selain penetapan status tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat dan wilayah yang terdampak bencana.

Tolak Tindakan Represif di Ruang Sipil

Dalam bidang keamanan, Aliansi BEM se-UI menuntut penghentian tindakan represif serta intervensi TNI dan Polri dalam ruang sipil.

Mereka juga menyerukan pembubaran Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP).

Melalui aksi tersebut, mahasiswa hendak menjadikan momentum peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai ruang untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi ekonomi, politik, pemerintahan, hingga persoalan sosial yang menurut mereka masih dihadapi masyarakat.

Aksi dijadwalkan berlangsung pada Selasa (18/8/2026), dengan peserta terlebih dahulu berkumpul di Lapangan FISIP UI mulai pukul 10.00 WIB sebelum menuju Bundaran HI.

(ameera/arrahmah.id)