Memuat...

Anies Baswedan Bedah Buku "The Death of Expertise": Ingatkan Bahaya Kebijakan Publik Tanpa Basis Pakar

Ameera
Ahad, 20 September 2026 / 9 Rabiulakhir 1448 16:15
Anies Baswedan Bedah Buku "The Death of Expertise": Ingatkan Bahaya Kebijakan Publik Tanpa Basis Pakar
Anies Baswedan Bedah Buku "The Death of Expertise": Ingatkan Bahaya Kebijakan Publik Tanpa Basis Pakar

JAKARTA (Arrahmah.id) — Tokoh nasional sekaligus Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022, Anies Baswedan, kembali membagikan ulasan literatur melalui akun media sosial pribadinya.

Kali ini, ia mengkaji karya penting Tom Nichols berjudul The Death of Expertise (Matinya Kepakaran), yang menyoroti pergeseran pandangan masyarakat serta pengambil kebijakan terhadap ilmu pengetahuan di era modern.

Dalam ulasan tersebut, Anies secara khusus menggarisbawahi ancaman laten ketika pembuatan kebijakan publik (public policy) mulai mengabaikan pertimbangan para ahli dan hanya bersandar pada opini populer yang minim dasar ilmiah.

Fenomena Dunning-Kruger di Era Digital

Anies menjelaskan salah satu konsep psikologis utama yang disorot dalam buku tersebut, yakni Dunning-KrugerEffect.

Fenomena ini menggambarkan situasi ketika seseorang dengan pengetahuan yang sangat minim justru memiliki tingkat kepercayaan diri (confidence) yang luar biasa tinggi.

"Bayangkan seseorang yang baru belajar main catur selama seminggu… saking senangnya, merasa 'saya ini udah pakar' dan seakan-akan sudah bisa mengalahkan Grandmaster," ujar Anies dalam video reel yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, di tengah masifnya arus informasi media sosial saat ini, suara para pakar yang berlandaskan riset panjang sering kali kalah nyaring dan tenggelam di antara lautan opini publik yang nirpengetahuan.

Kritik terhadap Dunia Pendidikan Tinggi

Selain menyoroti arus informasi liar di internet, Anies juga memaparkan kritik Nichols terhadap pergeseran orientasi pendidikan tinggi modern.

Perguruan tinggi dinilai mulai mengalami degradasi fungsi ketika memperlakukan mahasiswa layaknya konsumen dan ilmu pengetahuan sebagai komoditas perdagangan.

Ancaman Demokrasi dan Pelajaran Pandemi

Dampak paling mengkhawatirkan dari matinya kepakaran, tegas Anies, adalah ancaman nyata terhadap kualitas demokrasi. Demokrasi yang sehat menuntut keterlibatan warga negara dan pemimpin yang terinformasi dengan baik (informed) serta menghargai riset ilmiah.

Ia turut berkaca pada pengalaman penanganan krisis kesehatan global saat pandemi COVID-19 sebagai ujian nyata bagi para pengambil kebijakan.

"Saat terjadinya pandemi, itu ujian bagi pengambil kebijakan: apakah pengambil kebijakan menyandarkan pada ilmu pengetahuan atau tidak, merujuk kepada pakar atau tidak," tegas Anies.

Keputusan berbasis kepakaran kerap kali tidak populer di media sosial, namun para pemimpin wajib berani mengambil langkah yang benar secara ilmiah demi keselamatan publik.

Sebagai penutup ulasannya, Anies mengajak masyarakat untuk senantiasa memelihara skeptisisme yang sehat tanpa harus menolak ilmu pengetahuan, serta terus menerapkan prinsip belajar dan membuang informasi yang keliru (to learn and to unlearn) demi menghadapi kompleksitas dunia yang terus berubah.

(ameera/arrahmah.id)