BEIJING (Arrahmah.id) - Delegasi tingkat tinggi dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri Imarah Islam Afghanistan (IIA) telah bertolak ke Cina untuk menghadiri pertemuan keamanan internasional.
Kepala kantor Kementerian Dalam Negeri, saat berbicara dalam konferensi keamanan internasional di Cina, menekankan pentingnya kerja sama antarnegara dalam mengatasi ancaman keamanan.
Zainullah Abir menyatakan bahwa Afghanistan tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan untuk menciptakan ketidakamanan bagi negara mana pun.
Ia juga menekankan perlunya memperluas kerja sama keamanan dengan Cina, khususnya dalam pemberantasan narkotika, kejahatan terorganisir, dan penyelundupan, lansir Tolo News (12/9/2026).
Abdul Matin Qani, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Imarah Islam Afghanistan, mengatakan: "Kami telah memenuhi tanggung jawab keamanan kami dan melakukan upaya di dalam negeri Afghanistan untuk memerangi korupsi, narkotika, dan kejahatan lainnya. Kami juga meminta mereka untuk bekerja sama dengan Afghanistan di berbagai bidang, termasuk pemberantasan narkotika, penyediaan mata pencaharian alternatif, kerja sama politik dan keamanan, serta di sektor industri dan ekonomi."
Sementara itu, delegasi tingkat tinggi dari Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Latifullah Hakimi, Inspektur Jenderal kementerian tersebut, telah berangkat ke Beijing untuk mengikuti Forum Internasional Xiangshan ke-13.
Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa delegasi tersebut diharapkan dapat mewakili Afghanistan dalam forum itu serta bertemu dan mengadakan pembicaraan dengan delegasi tingkat tinggi dari berbagai negara.
Ini merupakan partisipasi pertama delegasi tingkat tinggi dari Kementerian Pertahanan Imarah Islam dalam forum keamanan dan pertahanan di Cina sejak Imarah Islam kembali berkuasa.
Sadiq Shinwari, seorang analis masalah militer, mengatakan: "Kunjungan delegasi dari Kementerian Dalam Negeri dan Pertahanan Imarah Islam ke Tiongkok dapat menjadi langkah yang sangat penting dalam memperkuat hubungan politik, keamanan, dan militer.
Mengingat besarnya pengaruh politik Tiongkok di kawasan ini, negara tersebut dapat memainkan peran efektif dalam pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi pasukan Imarah Islam."
Sarwar Niazi, analis masalah militer lainnya, mengatakan: "Mengingat perkembangan situasi di kawasan, Imarah Islam perlu melengkapi pasukan keamanannya dengan peralatan canggih agar mereka mampu melindungi wilayah Afghanistan dari ancaman regional, khususnya terorisme."
Partisipasi serentak delegasi dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri dalam pertemuan keamanan di Cina ini terjadi di tengah situasi di mana Beijing belum secara resmi mengakui Imarah Islam, namun tetap menjalin hubungan politik, ekonomi, dan perdagangan yang erat dengan Kabul. (haninmazaya/arrahmah.id)
