Memuat...

Houtsi Klaim Serang Riyadh dengan Rudal Balistik

Hanoum
Ahad, 20 September 2026 / 9 Rabiulakhir 1448 04:46
Houtsi Klaim Serang Riyadh dengan Rudal Balistik
Pihak berwenang Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara semalaman, yang pertama sejak pertempuran di Yaman yang bertetangga meningkat bulan ini. [Foto: Reuters]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Milisi Syiah Houtsi di Yaman mengklaim melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone ke sejumlah sasaran di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Sabtu (19/9/2026). Klaim tersebut muncul setelah otoritas Saudi mengeluarkan peringatan ancaman udara di Riyadh dan Al-Kharj.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, seperti dilansir DW (19/9), mengatakan kelompoknya menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan drone dalam dua operasi terpisah. Menurut Saree, operasi pertama menyasar "target-target sensitif" di Riyadh, sedangkan operasi kedua diarahkan ke fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu, kota pelabuhan di pesisir Laut Merah.

"Kami melakukan dua operasi militer dengan sejumlah besar rudal balistik dan jelajah serta drone," kata Yahya Saree dalam pernyataan yang dikutip Anadolu Agency. Ia tidak merinci sasaran spesifik di Riyadh yang disebut sebagai "target sensitif".

Peringatan ancaman udara Saudi terjadi pada dini hari dan menjadi peringatan pertama yang diterima warga Riyadh dalam gelombang eskalasi terbaru. Otoritas meminta masyarakat berlindung dan menjauh dari area terbuka. Beberapa jam kemudian, peringatan tersebut dicabut setelah situasi dinyatakan aman.

Di sekitar Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, terlihat kobaran api dan kepulan asap hitam dalam rekaman yang diverifikasi Reuters. AFP juga melaporkan adanya petugas pemadam kebakaran yang berupaya menangani kebakaran di sekitar area bandara. Sejumlah penerbangan dilaporkan mengalami gangguan, meskipun otoritas Saudi menyatakan tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Juru bicara koalisi yang mendukung pemerintah Yaman, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan sebuah rudal balistik yang ditembakkan Houtsi menuju Riyadh berhasil dicegat dan dihancurkan di udara. Menurut Al-Maliki, rudal tersebut tidak menimbulkan kerusakan. Pasukan koalisi, katanya, terus memantau situasi dan mengambil langkah untuk melindungi warga serta fasilitas penting Saudi.

Eskalasi terbaru merupakan bagian dari memburuknya kembali konflik Yaman setelah periode relatif tenang. Dalam beberapa pekan terakhir, Houtsi meningkatkan operasi militer terhadap wilayah Saudi dan jalur pelayaran di sekitar Laut Merah. Milisi tersebut juga sebelumnya menyatakan blokade terhadap pelayaran menuju Saudi, sementara pasukan yang didukung Riyadh melancarkan serangan balasan di Yaman. (hanoum/arrahmah.id)