Memuat...

Muhammadiyah Luncurkan Mentari Bayt Coin, Dorong Ekosistem Investasi Emas untuk Kemandirian Ekonomi Umat

Ameera
Sabtu, 19 September 2026 / 8 Rabiulakhir 1448 22:00
Muhammadiyah Luncurkan Mentari Bayt Coin, Dorong Ekosistem Investasi Emas untuk Kemandirian Ekonomi Umat
Muhammadiyah Luncurkan Mentari Bayt Coin, Dorong Ekosistem Investasi Emas untuk Kemandirian Ekonomi Umat

YOGYAKARTA (Arrahmah.id) — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan Mentari Bayt Coin (MBC) sebagai wadah penjualan, cicilan, dan tabungan emas yang mengedepankan prinsip inklusivitas dan keadilan.

Kehadiran MBC diharapkan dapat memperkuat ekosistem investasi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Peluncuran MBC berlangsung di Grha Suara Muhammadiyah (SM), Yogyakarta, Sabtu (19/9).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP ’Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diklitbang) PP Muhammadiyah Bambang Setiaji, Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti Mubarok, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, jajaran perbankan, rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA), serta pimpinan AUM.

Haedar: Kemandirian Ekonomi Bagian dari Gerakan Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengatakan bahwa aktivitas ekonomi dan investasi bukan sesuatu yang baru bagi Muhammadiyah.

Menurutnya, semangat kemandirian ekonomi telah terlihat sejak masa awal berdirinya Muhammadiyah, termasuk melalui sosok KH Ahmad Dahlan yang dikenal memiliki aktivitas sebagai pengusaha batik.

“Muhammadiyah generasi awal itu tumbuh di pusat-pusat ekonomi pribumi yang kuat. Seperti di Jogja, kemudian ke Klaten, Surakarta, Surabaya, sampai ke Banyuwangi,” ujar Haedar.

Ia menjelaskan, penguatan ekosistem bisnis Muhammadiyah merupakan bagian dari upaya memperkokoh gerakan Islam sekaligus mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW mengenai keutamaan memberi dibandingkan menerima.

Semangat kemandirian tersebut, lanjut Haedar, kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong berkembangnya berbagai AUM di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

“Kita harus bisa menghidupi diri sendiri. Tidak mungkin pendidikan kita, kesehatan kita, sosial kita itu kuat, kalau kita tidak mandiri,” kata Haedar.

Diharapkan Mendukung Pengembangan AUM

Haedar berharap MBC tidak berhenti sebagai wadah investasi emas, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menjadi instrumen pendanaan jangka panjang bagi pengembangan AUM.

Menurutnya, sistem angsuran berbasis emas dapat menjadi salah satu sarana untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas Muhammadiyah, mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga lembaga sosial.

“Bukan untuk melanggar dia. Tapi untuk umat, untuk masyarakat, untuk bangsa,” tutur Haedar.

Ia menilai kehadiran MBC merupakan salah satu langkah awal dalam memperkuat semangat kemandirian dan gerakan berkemajuan Muhammadiyah.

Bagi Haedar, konsep Islam Berkemajuan tidak cukup berhenti pada retorika maupun gagasan normatif. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sistem, budaya, dan praktik nyata dalam kehidupan masyarakat.

Investasi Emas dan Implementasi Islam Berkemajuan

Haedar juga mengaitkan pengembangan investasi berbasis emas dengan upaya Muhammadiyah melakukan pembaruan dalam mengimplementasikan ajaran Islam sesuai dengan kebutuhan kehidupan masyarakat.

“Bahwa Islam itu agama yang mengurus dunia dan akhirat. Dan untuk sampai ke akhirat kita lewat dunia. Dan untuk dunia ini harus bangun keseimbangan,” ucapnya.

Menurutnya, aktivitas ekonomi perlu ditempatkan sebagai bagian dari ikhtiar membangun kehidupan masyarakat yang lebih mandiri dan seimbang.

Haedar Jadi Pembeli Pertama MBC

Sebagai bentuk komitmen terhadap pentingnya kepercayaan masyarakat dalam pengembangan ekosistem investasi, Haedar Nashir menjadi pembeli pertama produk MBC dalam rangkaian peluncuran tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT MBC dan sejumlah mitra perbankan.

Mitra yang terlibat antara lain Bank Syariah Indonesia (BSI), KB Bank Syariah, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional (BSN).

Rangkaian kegiatan peluncuran juga ditutup dengan peresmian gerai MBC yang berlokasi di Grha Suara Muhammadiyah.

Melalui peluncuran tersebut, Muhammadiyah menempatkan pengembangan ekosistem ekonomi dan investasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian organisasi, mendukung pengembangan AUM, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi emas.

(ameera/arrahmah.id)