Memuat...

Ansarallah Rebut Al-Mokha di Pesisir Barat Yaman, Posisi Makin Dekat ke Bab al-Mandeb

Zarah Amala
Jumat, 11 September 2026 / 30 Rabiulawal 1448 11:32
Ansarallah Rebut Al-Mokha di Pesisir Barat Yaman, Posisi Makin Dekat ke Bab al-Mandeb
Angkatan Bersenjata Yaman merebut Al-Mokha dan posisi-posisi penting di pesisir. (Foto: via Telegram MES)

SANA'A (Arrahmah.id) - Pasukan bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah dilaporkan menguasai kota pelabuhan strategis Al-Mokha pada Kamis (10/9/2026) setelah melancarkan serangan cepat di sepanjang pesisir barat Yaman.

Empat sumber militer yang berpihak pada pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa Ansarallah telah mengambil alih kota tersebut.

Sebelumnya, Al Mayadeen melaporkan pasukan Yaman telah merebut sejumlah wilayah dan posisi militer penting di Distrik Al-Mokha setelah bergerak melalui Al-Wazi’iyah di Taiz serta Al-Khokha dan Hays di selatan Hodeidah.

Ansarallah juga dilaporkan merebut Kamp Khalid dan Kamp Jabal al-Nar, yang disebut menjadi salah satu pusat komando pasukan yang didukung Saudi di pesisir barat. Perkembangan tersebut mendorong Tariq Saleh, wakil ketua Dewan Kepemimpinan Presiden yang didukung Saudi, memerintahkan pembentukan pusat komando alternatif.

Reuters melaporkan lebih dari 20.000 orang mengungsi akibat pertempuran di sejumlah wilayah Taiz dan Hodeidah dalam dua pekan terakhir.

Penguasaan Al-Mokha membuat Ansarallah semakin dekat dengan Bab al-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia.

Sumber militer pemerintah mengatakan Ansarallah juga mulai menyerang Kepulauan Hanish. Pasukan yang didukung Saudi dilaporkan bergerak lebih jauh ke selatan menuju Dhubab, wilayah yang berada tepat di sisi Bab al-Mandeb dan berhadapan dengan Pulau Mayyun atau Perim.

Penguasaan wilayah tersebut dapat memperkuat posisi militer Ansarallah di sekitar selat yang menjadi jalur penting bagi perdagangan dan pengiriman minyak serta bahan bakar antara Asia, Teluk, Terusan Suez, dan Eropa.

Kemajuan Ansarallah berlangsung ketika Arab Saudi meningkatkan serangan udara di sejumlah wilayah Yaman. Al Mayadeen melaporkan sekitar 40 serangan udara dilancarkan dalam beberapa jam di Taiz, Hodeidah, Al-Jawf, dan Marib.

Kementerian Luar Negeri yang berbasis di Sanaa mengatakan serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Yaman dan menyatakan pasukan Yaman akan terus merespons hingga serangan Saudi dihentikan.

Kementerian itu juga menyebut penumpukan pasukan Saudi di dalam wilayah Yaman sebagai salah satu alasan di balik operasi terbaru Ansarallah.

Eskalasi ini terjadi setelah Sanaa pada Juli menyatakan gencatan senjata dengan Arab Saudi yang disepakati pada 2022 telah runtuh. Ansarallah kemudian melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer dan ekonomi Saudi.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Sanaa menyatakan Yaman tidak berniat mengancam negara-negara tetangga dan tetap terbuka terhadap kerja sama keamanan regional untuk menjaga keselamatan pelayaran. (zarahamala/arrahmah.id)