BEERSHEBA (Arrahmah.id) - Pengadilan 'Israel' untuk pertama kalinya menggelar sidang terhadap Sabah Haniyeh, saudari mantan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, atas tuduhan penghasutan dan menunjukkan dukungan terhadap organisasi yang disebut 'Israel' sebagai teroris.
Sabah (57), ditangkap pada April 2024 setelah polisi dan Shin Bet menggerebek rumahnya di Tel al-Saba, dekat Beersheba. Namun, persidangannya baru dimulai pada Kamis (10/9/2026), setelah berulang kali ditunda selama hampir dua tahun.
Menurut Channel 12 Israel, dakwaan tersebut didasarkan pada sejumlah pesan WhatsApp yang disebut dikirim Sabah setelah serangan 7 Oktober 2023. Salah satunya berisi kalimat “perang telah dimulai”, sementara pesan lain berisi doa agar musuh terbunuh dan dihancurkan.
Jaksa 'Israel' menilai pesan-pesan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Hamas dan penghasutan kekerasan. Tim pembela membantahnya dan mengatakan Sabah tidak bisa membaca maupun menulis. Menurut pengacara, ia menggunakan pena elektronik untuk membantu membaca teks, termasuk saat membaca Al-Qur'an.
Dalam sidang perdana, jaksa menanyakan apa yang dilakukan Sabah pada 7 Oktober 2023. Ia menjawab bahwa saat itu “seluruh dunia berada dalam kekacauan” dan keluarganya bersembunyi di ruang bawah tanah sambil mencari tahu apa yang terjadi.
Kasus Sabah berlangsung di tengah meningkatnya penindakan terhadap warga Palestina di 'Israel' setelah 7 Oktober 2023. Otoritas 'Israel' memperluas penerapan aturan terkait penghasutan, termasuk terhadap unggahan media sosial yang dianggap menunjukkan dukungan terhadap Hamas.
Ismail Haniyeh sendiri gugur dalam pembunuhan di Iran pada 31 Juli 2024. Sebelumnya, serangan 'Israel' pada Juni 2024 menewaskan 10 anggota keluarganya di Gaza, termasuk salah satu saudara perempuannya.
Menurut laporan tersebut, sekitar 2,1 juta warga Palestina tinggal di dalam 'Israel' dan mencakup sekitar 21 persen populasi negara itu. Sejumlah kasus penangkapan dan pemecatan warga Palestina juga terjadi akibat unggahan atau ekspresi yang dianggap mendukung terorisme. (zarahamala/arrahmah.id)
