Memuat...

Saudi Delta Energy Teken Kesepakatan Minyak dan Gas Senilai $200 Juta di Afghanistan

Hanin Mazaya
Selasa, 8 September 2026 / 27 Rabiulawal 1448 16:36
Saudi Delta Energy Teken Kesepakatan Minyak dan Gas Senilai $200 Juta di Afghanistan
Ilustrasi. (Foto: partnerpete.com)

HERAT (Arrahmah.id) -Delta Energy International asal Arab Saudi, sebagai bagian dari rencana investasinya di Afghanistan, telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertambangan dan Perminyakan untuk eksplorasi dan ekstraksi minyak serta gas di ladang Kushk–Tirpul, Provinsi Herat.

Investasi awal ini bernilai US$200 juta, dan kontrak tersebut memiliki jangka waktu 25 tahun.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan tersebut mengatakan sedang mempertimbangkan program investasi potensial senilai hampir US$60 miliar untuk mengembangkan sektor energi Afghanistan selama periode 10 tahun. Investasi ini bergantung pada hasil eksplorasi, studi teknis dan ekonomi, pembiayaan, perolehan izin yang diperlukan, serta keputusan investasi akhir, lansir Tolo News (8/9/2026).

Shaher Al-Taqi, CEO Delta International, mengatakan: "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan kami dalam inisiatif ini. Seperti inilah wujud kemitraan sejati antar mitra, dan saya ingin menegaskan kembali bahwa kebijakan kami adalah kebijakan yang saling menguntungkan."

Cekungan minyak dan gas Kushk–Tirpul mencakup wilayah seluas hampir 22.000 kilometer persegi dan meliputi tujuh blok cekungan perminyakan Tirpul yang terletak di Provinsi Herat dan Badghis.

Menteri Pertambangan dan Perminyakan Imarah Islam menyebut penandatanganan kontrak ini sebagai langkah penting menuju kemandirian Afghanistan, khususnya di sektor gas.

Hedayatullah Badri, Menteri Pertambangan dan Perminyakan Imarah Islam Afghanistan, mengatakan: "Melalui kegiatan eksplorasi dan ekstraksi ini, terdapat harapan bahwa Afghanistan akan mampu memenuhi kebutuhan gasnya sendiri. Hal positif lainnya adalah perusahaan yang dikontrak ini merupakan perusahaan yang sangat bereputasi baik."

Sementara itu, Zalmay Khalilzad, mantan Utusan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan, menilai penandatanganan kontrak ini sebagai tanda kesiapan Afghanistan dalam menarik investasi besar di bidang sumber daya alam, khususnya gas.

Zalmay Khalilzad mengatakan: "Afghanistan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kedua wilayah ini. Namun kini, selain perannya sebagai jembatan, terdapat pula harapan bahwa negara ini sendiri dapat menjadi sumber daya alam yang melimpah bagi pasar global, khususnya pasar Asia Selatan." Sebagai bagian dari program yang sama, Delta Energy menambahkan bahwa pihaknya juga sedang menjajaki usulan pembangunan pipa gas sepanjang 700 kilometer dari Herat hingga dekat Spin Boldak di Kandahar, dengan perkiraan potensi biaya sebesar US$10 miliar. (haninmazaya/arrahmah.id)