GAZA (Arrahmah.id) - Serangan 'Israel' menghantam rumah keluarga Palestina di Beit Lahiya Project, Gaza utara, Kamis pagi (10/9/2026), menewaskan empat anggota keluarga, termasuk dua anak.
Sumber lokal mengatakan serangan tersebut menewaskan Mo’men Ahmed, istrinya, serta dua putri mereka, Lana (12) dan Bana (8). Keluarga itu tinggal di sebuah bangunan yang sebagian telah hancur karena tidak menemukan tempat perlindungan lain.
Serangan terjadi tanpa peringatan saat mereka sedang tidur.
Serangan 'Israel' di Gaza dilaporkan meningkat meski gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober. Sejumlah rumah, bangunan tempat tinggal, kendaraan, dan fasilitas sipil kembali menjadi sasaran.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, 'Israel' telah melanggar gencatan senjata lebih dari 3.700 kali. Lebih dari 1.360 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan sejak gencatan senjata diberlakukan, sementara total korban tewas akibat perang 'Israel' di Gaza telah melampaui 73.470 orang.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk mengecam serangan tersebut dan mengatakan pola pembunuhan yang terus berlangsung mencerminkan impunitas yang luas.
Sementara itu, Medical Aid for Palestinians dan Doctors Without Borders (MSF) menyatakan warga Gaza masih tewas dan terluka di rumah, tempat pengungsian, rumah sakit, jalan, hingga tenda-tenda pengungsi.
Serangan terbaru ini berlangsung ketika pemerintah 'Israel' kembali mendorong rencana pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza. Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu juga mengatakan 'Israel' tidak berniat menarik pasukannya dari wilayah Gaza yang telah didudukinya dan mengklaim pasukan 'Israel' kini menguasai sekitar 60 persen wilayah tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)
