Memuat...

Dituduh Tendang Sapi, Kakek Muslim Dipaksa Bersujud di India

Hanoum
Jumat, 11 September 2026 / 30 Rabiulawal 1448 05:23
Dituduh Tendang Sapi, Kakek Muslim Dipaksa Bersujud di India
Tangkapan layar. [Foto: X]

MADHYA PRADESH (Arrahmah.id) -- Seorang pria Muslim lanjut usia di Jamner, Distrik Guna, Madhya Pradesh, India, diduga dipermalukan di depan umum setelah dituduh menendang seekor sapi. Dalam video yang beredar di media sosial, pria tersebut terlihat dipaksa menggosokkan hidung ke tanah, bersujud di depan sapi, dan menyentuh kaki hewan itu sebagai bentuk permintaan maaf.

Menurut laporan Free Press Journal (10/9/2026), insiden yang disebut terjadi beberapa hari sebelum videonya beredar pada 9 September 2026 itu dilaporkan melibatkan sejumlah anggota kelompok Hindu radikal Bajrang Dal dan warga setempat.

Pria tua muslim tersebut bernama Jameeluddin, warga Guna Cantonment, yang datang ke Jamner untuk mengantarkan barang menggunakan kendaraan pikap. Saat menurunkan barang, ia diduga berusaha memindahkan sapi yang berada di jalan dengan kakinya. Rekaman CCTV kemudian disebut memperlihatkan tindakan tersebut dan memicu kerumunan warga serta anggota Bajrang Dal di lokasi.

Berdasarkan video yang beredar, Jameeluddin terlihat berada di dekat sapi dan diminta meminta maaf dengan cara menggosokkan hidung ke tanah, membungkukkan atau membaringkan tubuh di depan sapi, serta menyentuh kaki hewan tersebut.

Clarion India menyebut tindakan itu dilakukan di hadapan kerumunan setelah pria tersebut dituduh menendang sapi. Namun, media tersebut juga menegaskan bahwa rangkaian kejadian sebelum dan sesudah tindakan dalam video belum sepenuhnya jelas.

Keterangan polisi setempat memberikan versi berbeda mengenai penanganan perkara tersebut. Manoj Mehra, kepala kantor polisi Jamner, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar empat hari sebelum pemberitaan dan bahwa pria tersebut telah meminta maaf setelah ditanyai orang-orang yang berada di lokasi.

“Tidak ada pengaduan tertulis dari kedua pihak, sehingga belum ada tindakan hukum,” kata Manoj Mehra sebagaimana dikutip Free Press Journal.

Namun, Jameeluddin kemudian menyampaikan tuduhan berbeda. Ia mengaku telah mendatangi polisi setelah kejadian, tetapi justru mendapat tekanan untuk tidak melanjutkan perkara. Menurut keterangannya kepada Free Press Journal, ia diminta menulis di atas kertas kosong bahwa dirinya tidak menginginkan tindakan lebih lanjut dan bahwa permintaan maaf dilakukan secara sukarela.

Laporan lokal lain menyebut persoalan bermula dari sapi yang berada di tengah jalan ketika Jameeluddin sedang menurunkan barang. Amar Ujala melaporkan bahwa rekaman CCTV memperlihatkan pria tersebut menendang sapi untuk memindahkannya, sebelum warga dan sejumlah organisasi Hindu turun tangan dan meminta dia meminta maaf. (hanoum/arrahmah.id)