Memuat...

Anwar Ibrahim: Malaysia Tak Takut "Israel"

Ameera
Sabtu, 18 Juli 2026 / 4 Safar 1448 16:58
Anwar Ibrahim: Malaysia Tak Takut "Israel"
Anwar Ibrahim: Malaysia Tak Takut "Israel"

KUALA LUMPUR (Arrahmah.id) — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa negaranya tidak gentar menghadapi ancaman "Israel" dan akan terus menyuarakan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina.

Sikap tegas tersebut kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya pada Oktober 2025 kembali ramai diperbincangkan, seiring rencana pemerintah "Malaysia" mengambil tindakan tegas terhadap warga negara "Israel" yang memasuki wilayahnya dengan paspor "Israel".

Dalam pidatonya pada aksi Solidaritas untuk Palestina di Stadion Axiata Arena, Anwar menegaskan tidak ada pihak yang mampu membungkam Malaysia untuk mengecam tindakan "Israel" di Jalur Gaza.

"Selama saya diberi mandat oleh rakyat, saya menolak segala bentuk ancaman. Kami akan tetap berjuang," ujar Anwar.

Ia mengungkapkan bahwa sikap Malaysia yang konsisten membela Palestina telah menuai kritik dari sejumlah pihak di Eropa, Amerika Serikat, maupun "Israel". Namun, menurutnya, tekanan tersebut tidak akan mengubah posisi negaranya.

Anwar bahkan memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengintimidasi Malaysia.

"Jangan pernah bermimpi mengancam Malaysia. Rakyat Malaysia memahami arti kebebasan. Kami telah bersama Palestina hingga hari ini dan akan terus berdiri bersama mereka tanpa rasa takut," tegasnya.

Perdana Menteri Malaysia itu menekankan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan semata persoalan agama, melainkan menyangkut nilai-nilai universal kemanusiaan, keadilan, dan hak asasi manusia.

"Kita berbicara tentang kemanusiaan, keadilan, dan hak asasi manusia bagi umat Islam, Hindu, Buddha, maupun Kristen. Kita menghormati mereka sebagaimana mereka menghormati kita," katanya.

Anwar juga melontarkan kritik keras terhadap operasi militer "Israel" di Jalur Gaza yang menurutnya telah melampaui batas kemanusiaan.

"Tingkat agresi telah mencapai tingkat kegilaan. Perempuan dan anak-anak dibantai, rumah sakit dan sekolah dibom. Di manakah keadilan, kemanusiaan, dan hak-hak demokrasi yang selalu dibicarakan Barat?" ujarnya.

Pernyataan tersebut kembali mendapat perhatian luas setelah pemerintah Malaysia menyampaikan rencana untuk mengambil langkah tegas terhadap warga negara Israel yang kedapatan memasuki Malaysia menggunakan paspor "Israel".

Kebijakan itu dinilai sejalan dengan sikap konsisten Kuala Lumpur yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan "Israel" serta terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional.

(ameera/arrahmah.id)