TEHERAN (Arrahmah.id) -- Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Syiah Iran Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tidak akan menghadiri prosesi pemakaman ayahnya karena alasan keamanan. Keputusan tersebut diambil setelah muncul kekhawatiran bahwa dirinya dapat menjadi sasaran serangan 'Israel' di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Dilansir The New York Times (3/7/2026), aparat keamanan Iran telah menerapkan langkah pengamanan luar biasa menjelang prosesi pemakaman. Menurut langkah tersebut, Mojtaba Khamenei diminta tetap berada di lokasi yang dirahasiakan untuk mengurangi risiko serangan terhadap tokoh-tokoh senior Republik Iran.
Seorang pejabat keamanan Iran yang dikutip media Iran memperingatkan adanya ancaman dari luar negeri terhadap prosesi pemakaman.
"Setiap tindakan agresif terhadap Iran atau upacara pemakaman akan mendapatkan respons yang tegas dan menentukan," kata pejabat tersebut.
Laporan juga menyebut Iran telah meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi pemakaman dengan mengerahkan personel militer, pasukan keamanan, dan sistem pertahanan udara. Langkah tersebut dilakukan setelah hubungan Iran dan 'Israel' kembali memburuk dalam beberapa pekan terakhir, disertai saling ancam antara kedua negara.
Meski demikian, informasi mengenai absennya Mojtaba Khamenei masih bersumber dari laporan media internasional dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari kantor Pemimpin Tertinggi Iran maupun pemerintah Iran.
Situasi ini membuat sejumlah rincian mengenai pengaturan keamanan dan kehadiran anggota keluarga dalam prosesi pemakaman masih belum dapat diverifikasi secara independen. (hanoum/arrahmah.id)
