Memuat...

Azizi: Penghentian Perdagangan Afghanistan-Pakistan Bersifat Sementara

Hanin Mazaya
Rabu, 22 April 2026 / 5 Zulkaidah 1447 15:03
Azizi: Penghentian Perdagangan Afghanistan-Pakistan Bersifat Sementara
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Setelah lebih dari tujuh bulan perdagangan antara Afghanistan dan Pakistan terhenti, Nooruddin Azizi, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, mengatakan masalah ini bersifat sementara dan akan segera diselesaikan.

Dalam sebuah wawancara dengan TRT Persian, ia menekankan bahwa akses transit Afghanistan melalui Pakistan adalah hak mendasar dan mengatakan Islamabad pada akhirnya akan membuka kembali jalur tersebut.

Azizi menyatakan: “Kami berdagang dengan semua negara dan jalur transit kami terbuka. Masalah yang kami hadapi dengan Pakistan bersifat sementara. Saya percaya negara ini akan menyadari hal ini dan memahami keinginan dan rencana Emirat Islam.”

Ia menambahkan bahwa Afghanistan secara keseluruhan tidak menghadapi tantangan serius dalam perdagangan, meskipun beberapa negara berurusan dengan Kabul secara selektif.

Sementara itu, Kamar Pertanian dan Peternakan Afghanistan menganggap dimulainya kembali perdagangan dengan Pakistan sangat penting bagi sektor pertanian negara tersebut.

Mirwais Hajizada, Wakil Ketua Kamar Dagang, mengatakan: “Perdagangan antara Kabul dan Islamabad telah dipolitisasi. Jika situasi politik membaik, perdagangan kita juga akan tumbuh. Namun, penutupan jalur seperti Torkham telah merugikan para pedagang. Pedagang Afghanistan dan Pakistan memiliki hubungan yang kuat dan tidak ada masalah satu sama lain.”

Analis ekonomi Haseebullah Safi menambahkan: “Menjaga hubungan dengan negara-negara tetangga dan regional menguntungkan Afghanistan, dan hubungan yang lebih baik dapat meningkatkan ekspor dan impor.”

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengatakan Afghanistan saat ini berdagang dengan 80 negara di seluruh dunia.

Namun, penangguhan perdagangan dan transit melalui Pakistan karena ketegangan politik dan militer telah menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi para pedagang dan petani di kedua belah pihak. (haninmazaya/arrahmah.id)