Memuat...

AS Serbu Kapal Tanker di Samudra Hindia, Iran Murka: Ini Pembajakan dan Terorisme!

Samir Musa
Selasa, 21 April 2026 / 4 Zulkaidah 1447 21:28
AS Serbu Kapal Tanker di Samudra Hindia, Iran Murka: Ini Pembajakan dan Terorisme!
Militer Amerika Serikat menyerang kapal tanker minyak di Samudra Hindia dan menguasainya (Departemen Pertahanan AS).

SAMUDRA HINDIA (Arrahmah.id) Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah militer AS melakukan operasi penyergapan terhadap sebuah kapal tanker minyak di perairan internasional Samudra Hindia.

Departemen Pertahanan AS merilis rekaman video yang memperlihatkan pasukan marinir mereka melakukan pendaratan dramatis dari helikopter ke atas kapal tanker tersebut. Operasi itu disebut sebagai bagian dari misi inspeksi dan penegakan sanksi terhadap kapal yang diduga melanggar pembatasan internasional.

Dalam pernyataannya di platform X, pihak militer AS menegaskan bahwa operasi tersebut berjalan tanpa insiden. Mereka juga menekankan bahwa “perairan internasional bukanlah tempat berlindung bagi kapal-kapal yang terkena sanksi,” seraya berjanji akan terus membatasi pergerakan pihak-pihak yang dianggap ilegal di laut.

Data pelayaran menunjukkan kapal yang diidentifikasi bernama Tiffany itu berada di tenggara Sri Lanka, membawa bendera Botswana, dengan panjang mencapai 330 meter dan lebar sekitar 60 meter. Sejumlah analis intelijen sumber terbuka menduga kapal tersebut terkait dengan “armada bayangan” Iran.

Operasi ini bukan yang pertama. Pada Februari lalu, militer AS juga mencegat kapal tanker lain di kawasan yang sama. Menteri Pertahanan AS, 0, mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah naik ke kapal tanpa perlawanan. Ia menambahkan bahwa kapal tersebut merupakan bagian dari sejumlah tanker yang melarikan diri dari pantai Venezuela setelah operasi AS yang menargetkan Presiden 1 pada awal Januari lalu.

Namun, langkah Washington ini langsung menuai kecaman keras dari Teheran. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tindakan tersebut sebagai “pembajakan laut” dan “aksi terorisme” yang melanggar kesepakatan gencatan senjata antara 2 dan 3.

Dalam pernyataan resminya, Iran juga mengutuk serangan terhadap kapal mereka yang disebut bernama Tusca di Teluk Oman serta penahanan awaknya. Teheran memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat memicu konsekuensi serius, dan mendesak pembebasan segera kapal beserta seluruh krunya.

“Iran akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk melindungi kepentingan nasional, keamanan, dan martabat rakyatnya,” tegas pernyataan tersebut.

Di sisi lain, perkembangan ini terjadi di tengah hari ke-14 masa gencatan senjata yang rapuh. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran telah bersiap menghadapi kemungkinan pecahnya kembali konflik, termasuk dengan memindahkan perlengkapan militer dan menetapkan target-target baru untuk putaran konfrontasi berikutnya.

Ketegangan yang terus meningkat ini menandai bahwa perairan internasional kini menjadi salah satu medan utama perebutan pengaruh antara dua kekuatan besar, dengan risiko eskalasi yang semakin terbuka.

(Samirmusa/arrahmah.id)