Memuat...

Boko Haram Ancam Bunuh Ratusan Sandera, Ultimatum 72 Jam untuk Tebusan

Hanoum
Rabu, 22 April 2026 / 5 Zulkaidah 1447 04:55
Boko Haram Ancam Bunuh Ratusan Sandera, Ultimatum 72 Jam untuk Tebusan
Foto ilustrasi. [Foto: the Telegraph]

ABUJA (Arrahmah.id) -- Kelompok militan Boko Haram mengeluarkan ancaman serius terhadap pemerintah Nigeria dengan menyatakan akan mengeksekusi ratusan sandera perempuan dan anak-anak apabila tuntutan tebusan tidak dipenuhi dalam waktu 72 jam.

Dilansir The Telegraph (21/4/2026), ancaman tersebut disampaikan menyusul penculikan sekitar 400 hingga 416 warga sipil di negara bagian Borno, wilayah yang selama ini menjadi pusat aktivitas kelompok tersebut di Nigeria timur laut.

Menurut laporan Arise News, Boko Haram menuntut pembayaran tebusan sebesar sekitar 2,7 juta poundsterling atau setara miliaran naira. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, kelompok tersebut mengancam akan membunuh para sandera secara bertahap.

Seorang juru bicara kelompok dalam pesan yang beredar menyatakan, “Jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan kami dalam waktu 72 jam, para sandera akan dibunuh,”

Laporan dari The Sun Nigeria menyebut sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak yang diculik dari desa-desa di wilayah konflik, menambah daftar panjang kasus penculikan massal yang dilakukan kelompok tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Nigeria belum memberikan tanggapan resmi terkait ultimatum tersebut, namun sebelumnya telah menegaskan kebijakan tidak bernegosiasi dengan kelompok teroris. Aparat keamanan dilaporkan tengah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak.

Seorang pejabat keamanan Nigeria mengatakan, “Kami sedang bekerja tanpa henti untuk memastikan keselamatan para korban dan membawa pelaku ke pengadilan,”

Ancaman ini kembali menyoroti situasi keamanan yang rapuh di wilayah timur laut Nigeria, di mana Boko Haram dan kelompok afiliasinya masih aktif melakukan serangan, penculikan, dan kekerasan terhadap warga sipil.

Dengan batas waktu yang semakin dekat, komunitas internasional mendesak langkah cepat dan terukur untuk menyelamatkan para sandera, sementara risiko tragedi kemanusiaan semakin meningkat jika tuntutan tidak dipenuhi. (hanoum/arrahmah.id)