Memuat...

Bayang-bayang Epstein Tak Kunjung Hilang, Terus Hantui Donald Trump Secara Politik dan Media

Samir Musa
Ahad, 14 Juni 2026 / 29 Zulhijah 1447 10:46
Bayang-bayang Epstein Tak Kunjung Hilang, Terus Hantui Donald Trump Secara Politik dan Media
Menurut penulis, kasus Epstein akan terus menghantui Donald Trump secara politik dan media, tidak peduli seberapa besar upayanya untuk mengalihkan perhatian darinya. (Eropa)

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Kasus miliarder pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, disebut masih menjadi beban politik berat bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pemerintahannya.

Kolumnis Amerika Maureen Dowd dalam tulisannya di The New York Times menyatakan bahwa berbagai upaya Gedung Putih untuk mengalihkan perhatian dari kasus tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.

Dowd bahkan menyindir bahwa Trump seolah membutuhkan “mantra” untuk melepaskan diri dari bayang-bayang Epstein, yang terus menghantuinya secara politik dan media.

Krisis Politik Berkepanjangan

Menurut Dowd, Komite Pengawas DPR AS telah menggelar sejumlah pertemuan tertutup guna membahas rincian kasus ini. Sejumlah politisi Partai Demokrat bahkan menyebutnya sebagai salah satu skandal penutupan terbesar dalam sejarah Amerika.

Ia juga menyinggung laporan yang menyebut Epstein pernah mencoba memeras miliarder Bill Gates dengan memanfaatkan informasi pribadi terkait kehidupan pribadinya.

Kasus Epstein kini mulai dibandingkan dengan skandal Watergate yang menjatuhkan Presiden Richard Nixon, memperkuat anggapan bahwa dampaknya bisa sangat besar terhadap politik Amerika.

Bill Gates (tengah) mengatakan bahwa Jeffrey Epstein mencoba memerasnya dengan memanfaatkan informasi pribadi. (Associated Press)

Rapat Rahasia di Gedung Putih

Mengutip buku terbaru karya jurnalis Maggie Haberman dan Jonathan Swan, Dowd mengungkap adanya pertemuan rahasia di Gedung Putih tahun lalu untuk membahas cara menghadapi dampak kasus tersebut.

Para pejabat disebut terkejut karena kasus Epstein masih mendapat perhatian besar, termasuk dari pendukung Trump sendiri, setelah sebelumnya dianggap tidak lagi menjadi isu utama.

Desakan publik untuk membuka dokumen terkait kasus ini justru menempatkan pemerintahan dalam posisi sulit yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Usulan Kontroversial

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Presiden JD Vance. Dalam diskusi itu, muncul kekhawatiran bahwa informasi sensitif baru bisa terungkap dan memperburuk situasi politik.

Salah satu usulan kontroversial adalah memanfaatkan kemungkinan wawancara dengan Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang telah divonis dalam kasus perdagangan seks, dengan harapan dapat memberikan pernyataan yang meringankan posisi Trump.

Wakil Presiden JD Vance mengusulkan untuk memanfaatkan kemungkinan wawancara media dengan Ghislaine Maxwell, rekan Jeffrey Epstein. (Reuters)

Terus Menghantui

Dowd menegaskan bahwa kasus Epstein kini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi telah berubah menjadi krisis politik dan media yang menguras energi pemerintahan.

Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk meredam isu tersebut, nama Epstein masih terus muncul dalam dinamika politik Amerika.

Ia menyimpulkan bahwa kasus ini akan terus menghantui Trump secara politik dan media, terlepas dari upaya untuk mengalihkan perhatian publik.

(Samirmusa/arrahmah.id)