GAZA (Arrahmah.id) - Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengecam keras serangan militer 'Israel' yang kembali menyasar fasilitas kesehatan. Pada Jumat (10/7/2026), sebuah pesawat nirawak (drone) jenis quadcopter milik 'Israel' dilaporkan menjatuhkan bahan peledak ke dalam kompleks Rumah Sakit Kamal Adwan, yang melukai dua orang tenaga medis.
Pihak kementerian menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi meskipun kedua korban saat itu berada di dalam "zona hijau" yang telah ditetapkan sebagai area khusus bagi personel medis. Serangan ini disebut sebagai bagian dari pola sistematis dan berulang terhadap sektor kesehatan di Gaza, yang semakin memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Gaza mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta berbagai organisasi kemanusiaan internasional untuk segera mengambil tindakan nyata guna melindungi fasilitas kesehatan dan staf medis. Mereka menegaskan bahwa perlindungan terhadap rumah sakit kini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak demi mencegah totalnya kegagalan sistem layanan kesehatan.
Kondisi sektor kesehatan di Gaza saat ini berada dalam tekanan ekstrem. Berdasarkan data terbaru dari Kantor Media Pemerintah Gaza, pasukan 'Israel' telah menghancurkan 34 dari total 38 rumah sakit di Jalur Gaza sejak dimulainya perang pada Oktober 2023.
Saat ini, hanya empat rumah sakit yang masih berfungsi, itu pun dengan kapasitas yang sangat terbatas akibat kerusakan bangunan yang luas serta krisis akut pasokan obat-obatan, bahan bakar, dan peralatan medis esensial. Selain serangan udara, insiden seperti runtuhnya bangunan akibat pemboman terus menambah jumlah korban jiwa dan luka-luka, termasuk di kalangan keluarga pengungsi yang berlindung di tenda-tenda sementara di Gaza City.
Para pejabat kesehatan berulang kali memperingatkan bahwa jika serangan terhadap infrastruktur medis terus berlanjut, sistem kesehatan Gaza akan benar-benar kolaps, sehingga ribuan warga Palestina yang terluka tidak lagi memiliki akses untuk mendapatkan perawatan medis yang layak di tengah kondisi yang semakin memprihatinkan. (zarahamala/arrahmah.id)
