(Arrahmah.id) - Apa beda orang muslim dengan non muslim? Karena orang muslim itu mendeklarasikan dua kalimat syahadat, artinya dia menyatakan secara totalitas untuk siap beribadah kepada Allah dan siap mengikuti jejak hidup Nabi Muhammad ﷺ.
Menurut bahasa Ibnul Qayyim dalam bukunya "طريق الهجرتين" (Thariq al-Hijratain) bahwa muslim itu berhijrah atau move on mengikuti dua pegangan:
1) Hijrah kepada Allah dengan mentauhidkan dan beribadah hanya kepada-Nya.
2) Hijrah kepada Rasulullah ﷺ dengan mengikuti syariatnya.
Kalau ada yang melanggarnya, apa ada resikonya? Pasti.
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, mereka (para malaikat) bertanya, “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab, “Kami orang-orang yang tertindas di bumi.” Mereka (para malaikat) berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di dalamnya?” Maka mereka itu tempatnya di neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS. An-Nisaa: 97)
Kecuali dia bertaubat dan mengoreksi diri.
إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman serta mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-Furqan: 70)
Agar tauhid Laa ilaaha illallah kuat, dibutuhkan 7 syarat:
Pertama, berilmu tentang maknanya.
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ
Maka ketahuilah bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu serta atas dosa orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. (QS. Muhammad: 19)
Kedua, harus yakin tanpa keraguan.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا
Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu. (QS. Al-Hujurat: 15)
Ketiga, menerima sepenuh hati dan tidak menolak.
إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
Dahulu apabila dikatakan kepada mereka “Laa ilaaha illallah”, mereka menyombongkan diri. (QS. Ash-Shaffat: 35)
Keempat, tunduk dan patuh.
وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ
Barangsiapa berserah diri kepada Allah dan dia berbuat baik, maka ia telah berpegang pada tali yang kokoh. (QS. Luqman: 22)
Kelima, jujur tidak berdusta.
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “kami beriman” sedangkan mereka tidak diuji? (QS. Al-Ankabut: 2)
Keenam, mencintai kalimat tauhid di atas segalanya.
وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ
Orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. (QS. Al-Baqarah: 165)
Ketujuh, ikhlas dan jauh dari kemusyrikan.
فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. (QS. Az-Zumar: 2)
Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:
« من قال: لا إله إلا الله مخلصاً دخل الجنة »
“Barangsiapa mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas, ia masuk surga.” (HR. Al-Bazzar)
Makna Syahadat bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah
Pertama, membenarkan ajarannya dan meyakini bahwa beliau diutus sebagai rahmat bagi alam semesta.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. (QS. Al-Anbiya: 107)
Kedua, mentaati Rasulullah ﷺ dalam segala perintahnya.
مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
Barangsiapa menaati Rasul, maka sungguh dia telah menaati Allah. (QS. An-Nisaa: 80)
Ketiga, meninggalkan semua larangannya.
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah. (QS. Al-Hasyr: 7)
Dengan keyakinan dua kalimat syahadat itu maka seorang muslim akan berpegang dengan petunjuk Al-Qur'an dan As-Sunnah.
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
Kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. (QS. Ibrahim: 24)
Akar itu representasi iman, batangnya representasi ibadah, dan buahnya representasi akhlak mulia. Betapa indahnya pribadi seorang muslim yang sejati.
Kita sebagai kaum muslimin harus mengaca dan menjalankannya secara konsekuen agar menjadi pribadi yang tangguh dan teladan.
(*/arrahmah.id)
