Memuat...

Eks CIA Tuding Trump-Netanyahu Sengaja Rusak Negosiasi dengan Iran

Hanoum
Kamis, 11 Juni 2026 / 26 Zulhijah 1447 03:40
Eks CIA Tuding Trump-Netanyahu Sengaja Rusak Negosiasi dengan Iran
Larry Johnson. [Foto: Muslimmirror]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Mantan analis Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), Larry Johnson, menuding Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu telah mengambil langkah-langkah yang berpotensi merusak proses negosiasi dengan Iran. Tuduhan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah, ketika upaya diplomasi antara Washington dan Teheran belum membuahkan kesepakatan final.

Johnson menyampaikan pandangannya dalam wawancara yang dikutip CNBC (10/6/2026) setelah serangan Amerika Serikat dan 'Israel' terhadap target di Iran serta Lebanon memicu kekhawatiran bahwa jalur diplomasi yang sedang dibangun akan semakin sulit dipertahankan. Menurutnya, tindakan militer yang terus berlangsung berisiko menghilangkan kepercayaan yang dibutuhkan dalam proses perundingan.

Mantan analis CIA tersebut menilai bahwa berbagai operasi militer yang dilakukan ketika pembicaraan masih berlangsung mengirimkan sinyal yang bertentangan kepada Iran.

Ia berpendapat bahwa negosiasi membutuhkan konsistensi kebijakan, sementara tekanan militer yang terus meningkat justru dapat memperbesar peluang kegagalan diplomasi.

"Serangan terhadap Iran dan Lebanon berpotensi merusak diplomasi yang sedang berlangsung," kata Johnson.

Menurut Johnson, tindakan tersebut dapat memperkuat pandangan di Teheran bahwa Washington tidak sepenuhnya berkomitmen pada penyelesaian melalui meja perundingan.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump menegaskan bahwa dirinya tetap ingin mencapai kesepakatan dengan Iran meskipun terjadi berbagai insiden keamanan, termasuk serangan rudal dan ketegangan di Selat Hormuz. Bahkan, Trump menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan memiliki banyak pilihan selain menerima kesepakatan yang dinegosiasikan Amerika Serikat apabila perundingan berhasil mencapai hasil akhir.

Sementara itu, Netanyahu tetap mempertahankan sikap keras terhadap Teheran. Dalam sejumlah pernyataan publik, pemimpin Israel itu menegaskan bahwa Iran tetap menjadi ancaman utama bagi keamanan kawasan dan menyatakan bahwa Israel akan terus mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menghadapi pemerintah Iran maupun kelompok-kelompok sekutunya di Timur Tengah.

Hingga kini, Gedung Putih maupun kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan tanggapan langsung terhadap tudingan Larry Johnson. Namun perdebatan mengenai apakah tekanan militer membantu atau justru menghambat negosiasi dengan Iran diperkirakan akan terus menjadi isu utama dalam dinamika politik dan keamanan Timur Tengah dalam beberapa waktu ke depan. (hanoum/arrahmah.id)