KABUL (Arrahmah.id) - Konsorsium Saffron Afghanistan menyatakan bahwa ekspor saffron telah meningkat karena peningkatan kualitas dan pengemasan yang terstandardisasi.
Menurut konsorsium tersebut, saffron Afghanistan kini diekspor langsung ke pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Cina, dan beberapa negara Arab.
Abdul Khaliq Khodadadi, kepala Konsorsium Saffron Afghanistan, mengatakan: "Kami telah melihat kemajuan yang baik dalam ekspor, dan banyak pasar global yang membutuhkan saffron Afghanistan. Saffron Afghanistan berkualitas tinggi, memenuhi standar internasional, dan selalu dipasok ke pelanggan setelah melalui pengujian laboratorium."
Saffron Afghanistan dianggap sebagai salah satu produk saffron terbaik dan berkualitas tinggi di dunia.
Mohammad Yousuf Amin, direktur eksekutif Kamar Dagang dan Investasi Herat, mengatakan ekspor saffron mencapai sekitar 4,5 juta dolar AS selama tiga bulan pertama tahun ini, lansir Tolo News (21/6/2026).
"Selama periode ini, 2.900 kilogram saffron diekspor ke pasar luar negeri," katanya.
Meskipun terjadi peningkatan ekspor, pengiriman pendapatan ekspor ke Afghanistan tetap menjadi tantangan besar bagi perusahaan pengekspor saffron.
Abdul Razzaq Pashtun Zarghoni, kepala hubungan luar negeri di Asosiasi Saffron Afghanistan, mengatakan: "Uang yang diperoleh dari penjualan saffron di pasar luar negeri dikirim ke Afghanistan dengan sangat sulit. Pembayaran tidak dapat dikirim langsung dan harus melalui rekening bank asing. Dana tersebut seringkali diperiksa, dan dibutuhkan waktu hingga dua bulan agar uang tersebut sampai ke pemiliknya."
Menurut Asosiasi Saffron Afghanistan, lebih dari 40 ton saffron telah dipanen di negara tersebut tahun ini.
Para pejabat asosiasi mengatakan saffron dibudidayakan di lahan seluas 12.000 hektar di seluruh Afghanistan, menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 80.000 orang yang terlibat dalam budidaya dan panennya. (haninmazaya/arrahmah.id)
