Memuat...

Fazlur Rehman Sekali Lagi Mengecam Militer Pakistan

Hanin Mazaya
Sabtu, 6 Juni 2026 / 21 Zulhijah 1447 19:41
Fazlur Rehman Sekali Lagi Mengecam Militer Pakistan
(Foto: Tolo News)

ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Maulana Fazlur Rehman, ketua Jamiat Ulema-e-Islam (JUI-F) Pakistan, sekali lagi mengkritik keras kinerja militer Pakistan.

Berbicara di sebuah pertemuan publik, ia mengatakan bahwa militer Pakistan telah gagal membendung militan di dalam negeri dan menggunakan keberadaan basis militan di Afghanistan sebagai dalih untuk melakukan serangan di wilayah Afghanistan.

Maulana Fazlur Rehman menyatakan: “Dikatakan bahwa pusat-pusat militan ada di Afghanistan dan itulah sebabnya kita menyerang Afghanistan. Tetapi apakah mereka tidak melihat militan di dalam Pakistan?”

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan Islamabad terus menganggap dialog dan solusi diplomatik sebagai cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan.

Berbicara pada konferensi pers mingguan kementerian, juru bicara Tahir Andrabi menegaskan bahwa Afghanistan tetap merupakan negara sahabat dan saudara bagi Pakistan dan bahwa Islamabad siap untuk berdialog dan berdialog dengan para pejabat Imarah Islam melalui dialog dan diplomasi, lansir Tolo News (6/6/2026).

Ia menambahkan: “Dukungan Pakistan untuk dialog dan diplomasi juga mencakup Afghanistan. Kami memiliki hubungan persaudaraan dengan rakyat Afghanistan, agama yang sama, sejarah yang sama, dan ikatan etnis dan bahasa yang sama. Oleh karena itu, tidak ada hambatan untuk melanjutkan dialog dan diplomasi dengan Afghanistan.”

Beberapa analis politik percaya bahwa terlepas dari perbedaan mengenai isu-isu keamanan, kedua negara tidak punya pilihan selain mempertahankan dialog untuk mengatasi tantangan bersama, termasuk keamanan perbatasan, perdagangan, migrasi, dan pemberantasan kejahatan.

Analis politik Enayatullah Hamam mengatakan: “Kelanjutan negosiasi sangat penting. Perselisihan yang ada hanya dapat diselesaikan melalui diplomasi, karena tidak ada negara yang mampu menyelesaikan masalah ini melalui cara militer.”

Sebelumnya, wakil juru bicara Imarah Islam mengatakan bahwa pintu dialog dengan Islamabad tetap terbuka. Ia menambahkan bahwa beberapa tuntutan Pakistan yang diajukan selama konsultasi tidak realistis dan bahwa pembicaraan dapat membuahkan hasil jika Islamabad merevisi posisinya mengenai isu-isu tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)