Memuat...

Fitrat: Pasukan Imarah Islam Afghanistan Mempertahankan Negara

Hanin Mazaya
Selasa, 3 Maret 2026 / 14 Ramadan 1447 17:26
Fitrat: Pasukan Imarah Islam Afghanistan Mempertahankan Negara
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Hamdullah Fitrat, wakil juru bicara Imarah Islam, mengatakan bahwa perang dengan rezim militer Pakistan bukanlah pilihan pertama Afghanistan dan bahwa pasukan Afghanistan sedang membela negara mereka.

Berbicara pada konferensi pers di Kabul pada Selasa (3/3/2026), Fitrat menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk mengambil keputusan tentang penutupan kedutaan Pakistan di Kabul, tetapi menurutnya, ini tetap menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan.

Mengenai negara-negara yang bersedia menjadi mediator antara Afghanistan dan Pakistan, Fitrat mengatakan bahwa Rusia, Inggris, dan Uni Eropa telah menghubungi pejabat Afghanistan untuk menawarkan mediasi, lansir Tolo News.

“Rezim militer Pakistan telah membunuh 110 warga sipil dan melukai 123 lainnya, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Dalam serangan udara yang dilakukan di provinsi Paktia, Paktika, Khost, Kabul, Nangarhar, Kunar, dan Kandahar, lebih dari 350 rumah hancur sebagian atau seluruhnya,” kata Fitrat.

Menurutnya, serangan tersebut telah menyebabkan 8.400 keluarga mengungsi. Ia juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi hak asasi manusia untuk menghentikan Pakistan dari menargetkan warga sipil di Afghanistan.

Enayatullah Khawarazmi, juru bicara Kementerian Pertahanan, yang juga berbicara kepada wartawan pada konferensi pers yang sama, mengatakan bahwa operasi pembalasan “Rad-ul-Zulm” Afghanistan telah menyebabkan hampir 150 tentara Pakistan tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka.

Ia menambahkan bahwa 35 pos keamanan Pakistan hancur selama perang enam hari tersebut, yang menurutnya masih berlangsung.

Mengenai korban jiwa di pihak Afghanistan, Khawarazmi menyatakan bahwa 28 tentara Afghanistan telah gugur dan 42 lainnya terluka.

Juru bicara Kementerian Pertahanan juga mengatakan bahwa pasukan Afghanistan memiliki kemampuan untuk melanjutkan perang kecuali rezim militer Pakistan menghentikannya. (haninmazaya/arrahmah.id)