Memuat...

Penganiayaan Balita di Daycare Little Aresha Yogyakarta: Lebam hingga Diduga Dikunci di Kamar Mandi

Ameera
Sabtu, 25 April 2026 / 8 Zulkaidah 1447 20:41
Penganiayaan Balita di Daycare Little Aresha Yogyakarta: Lebam hingga Diduga Dikunci di Kamar Mandi
Penganiayaan Balita di Daycare Little Aresha Yogyakarta: Lebam hingga Diduga Dikunci di Kamar Mandi

JAKARTA (Arrahmah.id) - Kasus dugaan penganiayaan anak di tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Penggerebekan oleh aparat kepolisian dilakukan pada Jumat (24/4) menyusul laporan dugaan kekerasan terhadap balita yang dititipkan di tempat tersebut.

Salah satu orang tua, Aldewa (30), warga Mergangsan, mengaku telah menitipkan anaknya yang kini berusia tiga tahun selama lebih dari enam bulan di daycare tersebut. Ia mulai curiga setelah melihat adanya lebam di tubuh anaknya.

“Pernah ada lebam di lutut kanan. Waktu itu saya pikir karena jatuh atau terdorong temannya,” ujarnya saat ditemui di Umbulharjo, Sabtu (25/4).

Selain itu, Aldewa juga mengungkapkan bahwa anaknya kerap menangis setiap hendak berangkat ke daycare. Namun, ia sempat menganggap hal tersebut sebagai hal yang wajar bagi anak seusianya.

“Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak kecil memang kadang takut atau belum mau sekolah,” katanya.

Terkait dugaan penganiayaan yang kini mencuat, Aldewa mengaku kesulitan memastikan kondisi sebenarnya karena anaknya belum mampu bercerita secara jelas.

Ia juga menyinggung kabar yang beredar bahwa anak-anak diduga diarahkan untuk tidak mengungkapkan apa yang terjadi.

“Kalau saya tanya dipukul atau tidak, dia jawab tidak. Tapi di media sosial ramai disebut anak-anak seperti didoktrin untuk tidak bilang apa-apa,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap kasus ini dapat diusut secara tuntas dan pihak yang terbukti bersalah mendapatkan hukuman.

“Kalau memang ada yang melakukan, harus dihukum. Tapi saya percaya tidak semuanya jahat,” tambahnya.

Pengakuan lain datang dari Sri (63), warga Kotagede, yang menyebut cucunya pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat dititipkan di daycare tersebut.

Menurutnya, cucunya yang berusia empat tahun mengaku pernah dikunci di kamar mandi oleh pengasuh.

“Katanya dimasukkan ke kamar mandi, dikunci. Dia bilang tidak boleh main lalu dikunci,” ungkap Sri.

Sri juga sempat melihat kondisi pipi cucunya memerah saat dijemput. Namun, ia tidak mengetahui penyebab pasti karena sang cucu enggan bercerita lebih lanjut.

“Oh tidak luka, cuma merah saja. Ditanya juga tidak mau jawab,” katanya.

Selama ini, Sri mengaku tidak menaruh kecurigaan karena para pengasuh terlihat ramah saat berinteraksi dengan orang tua.

“Kalau ketemu baik sekali, tidak kelihatan ada apa-apa. Tapi saya sangat kesal kalau itu benar terjadi,” tegasnya.

Sebelumnya, aparat kepolisian telah melakukan penggerebekan di lokasi daycare dan memasang garis polisi. Sejumlah pihak terkait juga telah dimintai keterangan guna kepentingan penyelidikan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Riski Adrian, membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

Ia menyatakan bahwa pihaknya menduga adanya tindakan kekerasan dan penelantaran terhadap anak-anak di tempat tersebut.

“Yang diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan anak dalam situasi perlakuan salah, penelantaran, atau kekerasan,” ujarnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi memastikan akan menindaklanjuti laporan dan mengusut tuntas dugaan kekerasan yang terjadi di daycare tersebut.

(ameera/arrahmah.id)