TEL AVIV (Arrahmah.id) – Harian "Israel" Haaretz mengutip seorang sumber "Israel" yang mengetahui program nuklir Iran menyebut pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa Iran telah memiliki bom nuklir sebagai "kebohongan murni".
Laporan yang diterbitkan pada Rabu (1/7/2026) itu muncul setelah Netanyahu, dalam wawancara dengan Channel 14 pada Selasa, mengklaim bahwa ia telah memutuskan menyerang Iran sebanyak dua kali untuk menyelamatkan "Israel" dari kehancuran akibat bom atom yang menurutnya "sudah dimiliki" Iran.
"Saya memutuskan menginvasi Iran dua kali untuk menyelamatkan kita dari kehancuran yang akan ditimbulkan bom atom yang sudah mereka miliki," kata Netanyahu dalam wawancara tersebut.
Namun, menurut Haaretz, pernyataan itu bertentangan dengan pernyataan Netanyahu sendiri dalam berbagai kesempatan sebelumnya. Pada konferensi pers 15 Juni lalu, ia justru mengatakan bahwa jika "Israel" tidak bertindak tepat waktu, Iran baru akan memiliki bom nuklir, bukan sudah memilikinya.
Pekan lalu, Netanyahu juga menyatakan Iran hanya hampir memiliki bom nuklir jika tidak ada intervensi militer "Israel". Dalam sebuah upacara militer, ia mengklaim bahwa tanpa operasi militer "Israel", Iran saat ini akan memiliki bom nuklir untuk menghancurkan "Israel".
Pernyataan serupa kembali ia sampaikan sehari sebelumnya dalam rapat kabinet dengan mengatakan bahwa tanpa operasi militer terhadap Iran, Teheran "sekarang akan memiliki bom nuklir".
Sementara itu, Haaretz menegaskan bahwa laporan-laporan terbuka dari tidak pernah menyebut Iran telah memiliki bom nuklir.
Direktur Jenderal IAEA, , sebelumnya melaporkan kepada Dewan Gubernur bahwa informasi terakhir yang dimiliki lembaga tersebut, menjelang operasi militer pada Juni 2025, menunjukkan Iran memiliki sekitar 440 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan tinggi, bukan bom nuklir yang siap digunakan.
Di sisi lain, mantan Kepala Staf Militer "Israel", Gadi Eisenkot, juga mengkritik keras pernyataan Netanyahu. Dalam sebuah konferensi pada Rabu, ia menuduh Netanyahu menakut-nakuti publik "Israel" dengan klaim yang tidak berdasar.
"Netanyahu membuat pernyataan yang memalukan. Iran sama sekali tidak memiliki bom nuklir. Ia mengarang klaim untuk menakut-nakuti opini publik 'Israel'," ujar Eisenkot sebagaimana dikutip harian Yedioth Ahronoth.
Laporan Haaretz tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi narasi pemerintah "Israel" terkait program nuklir Iran, terutama karena pernyataan Netanyahu dinilai berbeda dengan penilaian lembaga internasional maupun sejumlah pejabat senior "Israel" sendiri.
(Samirmusa/arrahmah.id)
