Memuat...

IDF Klaim Gempur Petinggi Keamanan Hamas, Serangan Udara di Gaza Tewaskan 11 Warga Sipil

Zarah Amala
Jumat, 5 Juni 2026 / 20 Zulhijah 1447 10:15
IDF Klaim Gempur Petinggi Keamanan Hamas, Serangan Udara di Gaza Tewaskan 11 Warga Sipil
Seorang pria Palestina berdiri di lokasi serangan udara 'Israel' terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Gaza (Reuters)

GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan Pertahanan 'Israel' (IDF) bersama badan keamanan internal Shin Bet (Shabak) mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan udara terarget yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Direktorat Keamanan Umum Hamas di sektor utara Jalur Gaza pada Kamis (4/6/2026). Di sisi lain, rangkaian serangan udara simultan yang berlangsung sejak fajar tersebut juga merenggut nyawa sedikitnya 11 warga sipil Palestina serta melukai puluhan lainnya.

Dalam rilis bersama, militer 'Israel' mengonfirmasi bahwa operasi gabungan dari matra udara dan laut tersebut berhasil menewaskan Hasan Rabah Hasan Labad, yang diidentifikasi oleh IDF sebagai Wakil Kepala Direktorat Keamanan Umum Hamas. Selain Labad, 'Israel' mengklaim tiga pejabat teras lainnya juga gugur dalam operasi tersebut, yakni Assem Amin Shalash Shubeir, Abdullah Atta Yunis Abu Kloub, dan Muhammad Numan Zaki Abu Marq.

Menurut intelijen 'Israel', jajaran elit yang menjadi target ini memegang peran sentral dalam mengamankan jajaran pemimpin tertinggi Hamas, mengoordinasikan jaringan komunikasi internal, serta mengumpulkan data pergerakan pasukan 'Israel' di lapangan. Pihak Hamas belum memberikan pernyataan resmi atau konfirmasi terkait klaim kematian para pejabatnya tersebut.

Sementara itu, operasi militer 'Israel' yang menyasar beberapa apartemen di Kota Gaza memicu jatuhnya korban sipil secara masif. Berdasarkan laporan dari saksi mata dan sumber medis lokal, serangan udara dini hari tersebut menghantam empat apartemen di titik terpisah.

Rudal 'Israel' menghantam sebuah apartemen di jalan Al-Mukhabarat, barat laut Kota Gaza, menewaskan lima anggota keluarga, yakni sepasang suami istri beserta tiga anak mereka. Seorang anak perempuan dari keluarga tersebut dilaporkan menjadi satu-satunya korban selamat yang kini kritis di rumah sakit.

Di distrik Tal Al-Hawa sepasang suami istri tewas seketika setelah apartemen mereka di gedung hunian Al-Israa 1 menjadi sasaran bom udara.

Serangan udara di kamp pengungsi Al-Shati memicu kebakaran hebat yang merembet ke rumah-rumah di sekitarnya, mengakibatkan satu warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Satu warga sipil tewas di dalam apartemen Menara Al-Ghoul, distrik Sheikh Radwan akibat hantaman proyektil yang memicu kobaran api di seluruh bangunan.

Kepanikan massal dilaporkan melanda kawasan perkotaan Gaza setelah ledakan beruntun terjadi di tengah malam. Di sektor selatan, Kompleks Medis Nasser melaporkan telah mengevakuasi sejumlah warga sipil yang terluka akibat serangan drone intai bersenjata 'Israel' di pusat Kota Khan Younis.

Berdasarkan data statistik terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan di Gaza, intensitas serangan udara dan penembakan oleh militer 'Israel' tetap tinggi meskipun kesepakatan gencatan senjata telah dideklarasikan sejak 10 Oktober 2025 lalu. Otoritas kesehatan mencatat sedikitnya 947 warga Palestina tewas dan 2.935 orang luka-luka akibat pelanggaran gencatan senjata dalam beberapa bulan terakhir, menambah panjang dampak katastrofe kemanusiaan yang bermula sejak pecahnya perang pada Oktober 2023. (zarahamala/arrahmah.id)