Memuat...

Imam Masjid di India Tewas Diduga Dilempar dari Kereta Api

Hanoum
Selasa, 5 Mei 2026 / 18 Zulkaidah 1447 07:29
Imam Masjid di India Tewas Diduga Dilempar dari Kereta Api
Maulana Tousif Raza Mazhari. [Foto: Muslim Mirror]

BAREILLY (Arrahmah.id) -- Seorang imam masjid bernama Maulana Tousif Raza Mazhari, asal Bihar, meninggal dunia pada 26 April 2026 setelah diduga diserang oleh sejumlah penumpang dan dilempar dari kereta yang tengah melaju di wilayah Uttar Pradesh. Korban ditemukan tewas di dekat rel kereta di kawasan Bareilly sehari setelah kejadian, saat ia dalam perjalanan pulang usai menghadiri acara keagamaan (Urs).

Dilansir The Wire (2/5/2026), peristiwa ini terjadi ketika Tousif Raza berada di dalam kereta rute Rishikesh–Muzaffarpur. Menurut keterangan keluarga, korban sempat menghubungi istrinya pada malam kejadian sekitar pukul 21.45 waktu setempat, mengaku sedang diserang oleh penumpang lain.

Dalam rekaman komunikasi terakhirnya, korban meminta pertolongan karena mengalami kekerasan. Sang istri, Tabassum Khatoon, kemudian mengungkapkan kesaksiannya.

Ia mengatakan, “Dia menelepon saya dari kereta, terdengar ketakutan dan berkata orang-orang sedang memukulinya, menggambarkan situasi mencekam yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan medis (post-mortem) menunjukkan korban mengalami luka serius, termasuk patah tulang di berbagai bagian tubuh. Laporan tersebut menyebutkan adanya cedera berat sebelum kematian, yang memperkuat dugaan adanya penganiayaan.

Namun, pihak kepolisian Bareilly menyatakan bahwa kejadian tersebut masih dalam penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebagai tindak pembunuhan. Polisi menyebut kemungkinan korban terjatuh dari kereta akibat kehilangan keseimbangan.

Perbedaan versi ini memicu tuntutan dari keluarga dan sejumlah pihak agar dilakukan penyelidikan menyeluruh. Mereka meyakini korban bukan meninggal karena kecelakaan, melainkan akibat tindakan kekerasan di dalam kereta.

Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan yang terjadi di transportasi publik India, sekaligus memunculkan kekhawatiran terkait keamanan penumpang serta potensi ketegangan sosial di tengah masyarakat. Hingga kini, proses hukum masih berlangsung dan aparat diminta mengusut tuntas penyebab kematian imam tersebut. (hanoum/arrahmah.id)