Memuat...

Kue Ulang Tahun Bertema Tali Hukuman Gantung Menteri 'Israel' Picu Kecaman

Hanoum
Selasa, 5 Mei 2026 / 18 Zulkaidah 1447 07:38
Kue Ulang Tahun Bertema Tali Hukuman Gantung Menteri 'Israel' Picu Kecaman
Perayaan ulang tahun Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menjadi kontroversi setelah ia memamerkan kue bertema tali hukuman gantung. [Foto: X]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Menteri sayap kanan 'Israel' Itamar Ben-Gvir menuai kritik luas usai foto perayaan ulang tahunnya pada awal Mei 2026 beredar di media. Dalam foto tersebut, terlihat sebuah kue dengan dekorasi tali gantung (noose), simbol yang kerap dikaitkan dengan hukuman mati.

Peristiwa ini terjadi di 'Israel' saat Ben-Gvir merayakan ulang tahunnya bersama orang-orang terdekat. Kue tersebut langsung memicu polemik karena Ben-Gvir selama ini dikenal sebagai tokoh yang vokal mendorong penerapan hukuman mati bagi warga Palestina yang dituduh melakukan serangan terhadap warga 'Israel'.

https://www.youtube.com/shorts/UvOJyO0Zzyg

Laporan dari France 24 dan The Independent (4/5/2026) menyebutkan bahwa simbol tali gantung pada kue itu memancing kecaman dari berbagai kalangan internasional. Banyak pihak menilai simbol tersebut tidak sensitif dan berpotensi memperkeruh situasi konflik yang sudah berlangsung lama.

Sejumlah pengamat dan aktivis turut mengkritik tindakan tersebut. Dalam salah satu laporan media, seorang pengamat menyatakan, “Simbol tali gantung ini sangat problematik dan tidak pantas, terutama dalam konteks konflik yang penuh kekerasan,” menyoroti dampak simbolik yang dinilai berbahaya bagi stabilitas sosial dan politik.

Meski menuai kritik, Itamar Ben-Gvir tidak menunjukkan penyesalan dan tetap konsisten dengan pandangan kerasnya terkait kebijakan keamanan. Ia sebelumnya berulang kali menyuarakan perlunya hukuman tegas, termasuk hukuman mati, terhadap pelaku serangan.

Kontroversi ini kembali menempatkan Itamar Ben-Gvir dalam sorotan internasional, sekaligus memicu perdebatan tentang batas simbolisme dalam ranah publik oleh pejabat negara, khususnya di tengah konflik Israel-Palestina yang sensitif dan kompleks. (hanoum/arrahmah.id)