Memuat...

Video Bocor dari Penjara Sednaya Ungkap Kekejaman Era Rezim Bashar al-Assad

Zarah Amala
Rabu, 29 April 2026 / 12 Zulkaidah 1447 10:57
Video Bocor dari Penjara Sednaya Ungkap Kekejaman Era Rezim Bashar al-Assad
Penjara Sednaya dijarah setelah jatuhnya Bashar al-Assad pada akhir tahun 2024 [Getty]

DAMASKUS (Arrahmah.id) - Rekaman video yang diduga bocor dari dalam Penjara Sednaya, pusat penahanan paling terkenal di era rezim Baath Suriah, beredar luas di media sosial pada Selasa (28/4/2026). Video tersebut menampilkan kondisi di dalam penjara beberapa hari menjelang kejatuhan pemerintahan Bashar al-Assad, yang memicu tuntutan baru akan pengusutan nasib ribuan tahanan.

Video tersebut awalnya diunggah melalui akun Facebook Haidar al-Turab sebelum akhirnya dihapus, namun telah tersebar luas oleh para aktivis di berbagai platform digital. Beberapa potongan rekaman memperlihatkan sekelompok tahanan di ruang tunggu dipaksa berdiri menghadap ke bawah dengan tangan di belakang kepala saat menunggu giliran masuk ke ruang sidang. Ruang kontrol yang dilengkapi dengan banyak layar pengawas, serta ruangan yang digunakan sebagai area kunjungan keluarga tahanan.

Rekaman ini memperkuat dugaan bahwa perangkat rekaman dan dokumen sensitif penjara telah dicuri pasca-jatuhnya rezim Assad pada akhir 2024. Association of Detainees and Missing Persons of Sednaya Prison sebelumnya melaporkan bahwa kelompok bersenjata sempat menjarah ruang kontrol, mengambil komputer berisi rekaman kamera serta dokumen keamanan yang sangat penting.

Mantan tahanan Sednaya, Ahmed al-Hamad, mengonfirmasi bahwa rekaman tersebut memang mencerminkan kondisi asli bagian penjara yang dikenal sebagai Penjara Merah (Red Prison). Ia mendesak adanya investigasi serius mengenai sumber kebocoran ini.

"Kita harus memastikan bukti-bukti ini tidak sekadar menjadi bahan konsumsi viral. Bukti ini harus ditangani dengan cara yang menjaga martabat para tahanan dan keluarga mereka, serta digunakan untuk mengungkap nasib mereka yang hilang," tegas Al-Hamad.

Penemuan ini diharapkan menjadi kunci untuk mengungkap nasib puluhan ribu orang yang hilang secara paksa. Menurut Syrian Network for Human Rights (SNHR), lebih dari 177.000 orang telah dihilangkan secara paksa oleh rezim Assad, di mana sebagian besar diyakini telah meninggal dunia.

Nasib puluhan ribu tahanan yang belum diketahui keberadaannya tetap menjadi salah satu warisan paling tragis dari konflik panjang di Suriah. Bagi para aktivis, rekaman yang bocor ini bukan sekadar bukti visual, melainkan sebuah pengingat akan tuntutan keadilan yang belum terpenuhi bagi keluarga para korban yang selama bertahun-tahun mencari jawaban atas nasib orang-orang yang mereka cintai. (zarahamala/arrahmah.id)