Memuat...

Gus Ipul Klarifikasi Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar: Harga Rp700 Ribu Hanya Perencanaan, Bisa Turun Jadi Rp179 Ribu

Ameera
Senin, 4 Mei 2026 / 17 Zulkaidah 1447 21:15
Gus Ipul Klarifikasi Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar: Harga Rp700 Ribu Hanya Perencanaan, Bisa Turun Jadi Rp179 Ribu
Gus Ipul Klarifikasi Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar: Harga Rp700 Ribu Hanya Perencanaan, Bisa Turun Jadi Rp179 Ribu

JAKARTA (Arrahmah.id) - Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan klarifikasi terkait polemik anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat yang mencapai Rp27 miliar.

Isu ini mencuat setelah muncul dugaan bahwa harga sepatu per pasang bisa mencapai Rp700 ribu, sehingga menuai sorotan publik.

Gus Ipul menegaskan bahwa angka tersebut bukan harga final, melainkan masih dalam tahap perencanaan awal. Ia menjelaskan bahwa seluruh anggaran pemerintah pada dasarnya disusun terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pengadaan.

“Setiap anggaran itu direncanakan sebelumnya. Nanti akan ada proses pengadaan melalui lelang terbuka, dan hasilnya biasanya lebih murah dari angka perencanaan,” ujar Gus Ipul saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya.

Menurutnya, setelah melalui proses lelang yang transparan, harga sepatu dipastikan akan jauh lebih rendah dari angka Rp700 ribu yang beredar saat ini. Bahkan, ia membuka kemungkinan harga akhirnya bisa turun signifikan.

“Kalau sekarang disebut Rp700 ribu, nanti hasilnya bisa jauh di bawah itu,” tambahnya.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa dirinya telah mengingatkan seluruh jajaran di Kementerian Sosial agar menjaga integritas dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Ia menekankan tidak boleh ada praktik penyimpangan seperti titipan, lobi, atau rekayasa dalam proyek tersebut.

“Saya sudah sampaikan, tidak boleh ada intervensi, tidak boleh ada praktik menyimpang dalam pengadaan. Ini harus benar-benar bersih,” tegasnya.

Ia bahkan berkomitmen untuk menjadi pihak pertama yang melaporkan jika ditemukan adanya pelanggaran atau praktik ilegal dalam proses pengadaan.

“Kita harus belajar dari masa lalu. Kalau ada manipulasi atau kongkalikong, saya dan Pak Wamen siap menjadi yang pertama melaporkan,” ujarnya.

Di sisi lain, polemik ini juga menyeret nama brand sepatu lokal asal Surabaya, Stradenine. Pemiliknya, Reynaldi Daud, angkat bicara setelah produk mereka dikaitkan dengan program tersebut.

Reynaldi menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah terlibat dalam pengadaan sepatu Sekolah Rakyat.

Ia menjelaskan bahwa foto produk yang beredar memang merupakan produk Stradenine, namun dijual dengan harga sekitar Rp179.900, jauh dari angka Rp700 ribu.

“Stradenine tidak pernah terlibat, mengetahui, atau menerima pesanan dalam pengadaan sepatu yang sedang diberitakan,” ujarnya melalui media sosial.

Ia juga menambahkan bahwa brand-nya memiliki visi menyediakan sepatu berkualitas dengan harga terjangkau, yakni berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per pasang.

Polemik ini menjadi perhatian publik karena menyangkut transparansi anggaran dalam program pemerintah.

Namun, pemerintah memastikan bahwa proses pengadaan akan dilakukan secara terbuka dan akuntabel, sehingga hasil akhirnya diharapkan sesuai dengan prinsip efisiensi dan bebas dari praktik korupsi.

(ameera/arrahmah.id)