TEHERAN (Arrahmah.id) -- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan delapan fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Bahrain dan Kuwait dalam serangan rudal serta pesawat nirawak Ahad (28/6/2026). Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan udara AS terhadap sejumlah sasaran militer Iran, sementara hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban akibat serangan tersebut.
Dalam pernyataan yang disiarkan Ahad (29/6), IRGC menyebut operasi tersebut menyasar sejumlah instalasi militer Amerika, termasuk Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dan fasilitas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat (US Fifth Fleet) di Pelabuhan Salman, Bahrain.
Menurut IRGC, serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone dalam operasi yang berlangsung pada malam hari.
Dilansir Al Jazeera (29/6), IRGC menyatakan delapan fasilitas militer Amerika "berhasil dihancurkan" dalam operasi tersebut dan memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap wilayah Iran akan dibalas dengan respons yang lebih besar.
"Setiap agresi musuh, dengan dalih apa pun, bahkan terhadap sasaran yang dianggap kecil, akan dibalas dengan respons yang menghancurkan," demikian pernyataan IRGC sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu Agency.
Serangan itu terjadi setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran di kawasan Teluk. Ketegangan kedua negara meningkat dalam beberapa hari terakhir menyusul saling serang terhadap fasilitas militer dan infrastruktur strategis, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Di tengah eskalasi militer, upaya diplomatik untuk meredakan konflik masih terus berlangsung. Sejumlah mediator regional, termasuk Qatar dan Pakistan, dilaporkan berupaya memfasilitasi pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran guna mempertahankan gencatan senjata sementara yang sempat disepakati pada pertengahan Juni. Namun, saling serang terbaru dinilai mengancam keberlangsungan proses diplomasi tersebut. (hanum/arrahmah.id)
