Lansir Al Jazeera, Amerika Serikat disebut belum menerima sepenuhnya usulan awal Iran, sementara proses negosiasi masih terus berlangsung melalui jalur tidak langsung.
Di sisi lain, laporan media Amerika menyebutkan bahwa utusan khusus Washington telah mengajukan sejumlah perubahan terhadap proposal Iran. Perubahan tersebut mencakup penegasan kembali isu program nuklir dalam kesepakatan, larangan pemindahan uranium yang diperkaya selama proses negosiasi, serta tuntutan agar Iran tidak melanjutkan aktivitas di fasilitas nuklir yang sebelumnya telah menjadi target serangan.
Ketegangan kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman akan melakukan “serangan balasan yang menyakitkan dan berkepanjangan” jika Amerika Serikat kembali melancarkan aksi militer terhadap Iran. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran dan berdampak pada kenaikan harga minyak dunia sebelum kembali stabil.
Sementara itu, seorang pejabat Amerika Serikat dilaporkan menyebut bahwa Presiden Donald Trump telah menerima laporan terkait opsi serangan militer baru terhadap Iran, yang disebut sebagai bagian dari tekanan agar Teheran kembali ke meja perundingan.
Sejak akhir Februari, konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan telah menimbulkan ribuan korban jiwa. Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada April sebagai langkah awal menuju perundingan lanjutan, namun kesepakatan damai permanen hingga kini belum tercapai.
(Samirmusa/arrahmah id)
