Memuat...

Iran Serahkan ‘Jawaban Terakhir’ ke Pakistan, AS Didesak Ambil Keputusan

Samir Musa
Jumat, 1 Mei 2026 / 14 Zulkaidah 1447 22:14
Iran Serahkan ‘Jawaban Terakhir’ ke Pakistan, AS Didesak Ambil Keputusan
Pakistan sedang melakukan upaya intensif dalam berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang (Reuters).
ISLAMABAD (Arrahmah.id)— Iran dilaporkan telah menyerahkan versi terbaru dari proposal negosiasi kepada pihak mediator Pakistan pada hari Kamis (30/4/2026), dalam rangka melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat. Dokumen tersebut kemudian diteruskan oleh Islamabad kepada Washington.Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, Teheran telah mengirimkan draf akhir proposal yang menjadi bagian dari upaya terbaru untuk mencari jalan keluar diplomatik dari konflik yang sedang berlangsung. Namun, isi rinci dari usulan tersebut belum dipublikasikan ke publik.Sebelumnya, Iran juga telah menyerahkan proposal awal melalui Pakistan yang memuat syarat-syarat Teheran untuk mengakhiri perang dan membuka ruang dialog dengan pihak Amerika Serikat.Media Iran menyebutkan bahwa Teheran bersedia membuka jalur negosiasi untuk mengakhiri konflik serta mempertimbangkan pembahasan terkait pembukaan Selat Hormuz. Namun, Iran menegaskan bahwa pembahasan program nuklir hanya akan dilakukan setelah tercapainya gencatan senjata permanen.

Lansir Al Jazeera, Amerika Serikat disebut belum menerima sepenuhnya usulan awal Iran, sementara proses negosiasi masih terus berlangsung melalui jalur tidak langsung.

Di sisi lain, laporan media Amerika menyebutkan bahwa utusan khusus Washington telah mengajukan sejumlah perubahan terhadap proposal Iran. Perubahan tersebut mencakup penegasan kembali isu program nuklir dalam kesepakatan, larangan pemindahan uranium yang diperkaya selama proses negosiasi, serta tuntutan agar Iran tidak melanjutkan aktivitas di fasilitas nuklir yang sebelumnya telah menjadi target serangan.

Ketegangan kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman akan melakukan “serangan balasan yang menyakitkan dan berkepanjangan” jika Amerika Serikat kembali melancarkan aksi militer terhadap Iran. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran dan berdampak pada kenaikan harga minyak dunia sebelum kembali stabil.

Sementara itu, seorang pejabat Amerika Serikat dilaporkan menyebut bahwa Presiden Donald Trump telah menerima laporan terkait opsi serangan militer baru terhadap Iran, yang disebut sebagai bagian dari tekanan agar Teheran kembali ke meja perundingan.

Sejak akhir Februari, konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan telah menimbulkan ribuan korban jiwa. Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada April sebagai langkah awal menuju perundingan lanjutan, namun kesepakatan damai permanen hingga kini belum tercapai.

(Samirmusa/arrahmah id)