Memuat...

'Israel' Diserang Rudal Balistik, Trump Desak Iran Kembali Berunding

Hanoum
Senin, 8 Juni 2026 / 23 Zulhijah 1447 04:46
'Israel' Diserang Rudal Balistik, Trump Desak Iran Kembali Berunding
Presiden Amerika Donald Trump [Foto : X]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan setelah Teheran meluncurkan serangan rudal ke wilayah 'Israel' utara. Seruan itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan udara 'Israel' terhadap target-target yang diklaim terkait kelompok Syiah Hizbullah di Beirut, Lebanon, yang kemudian dibalas Iran dengan tembakan rudal balistik.

Menurut laporan The Guardian (8/6/2026), serangan Iran yang terjadi pada Minggu (7/6) waktu setempat merupakan serangan langsung pertama terhadap 'Israel' sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada April 2026. Militer 'Israel' menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal-rudal tersebut sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar.

Trump, yang tengah mendorong tercapainya kesepakatan baru dengan Iran, menilai aksi militer tersebut tidak akan membantu proses diplomasi yang sedang berlangsung. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyampaikan pesan langsung kepada Teheran.

"Kalian sudah menembakkan rudal, itu sudah cukup. Kembalilah ke meja perundingan dan buat kesepakatan," kata Donald Trump.

Pernyataan itu muncul ketika Washington mengklaim pembicaraan dengan Iran sebenarnya sudah mendekati tahap akhir. Trump bahkan mengungkapkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran hanya tinggal menyelesaikan beberapa poin penting sebelum serangan rudal terbaru terjadi.

Serangan Iran sendiri dilaporkan merupakan respons atas serangan udara 'Israel' terhadap kawasan selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hezbollah. Pemerintah 'Israel' menyatakan operasi tersebut dilakukan setelah adanya serangan roket yang diarahkan ke wilayah 'Israel'. Namun Hizbullah membantah terlibat dalam serangan tersebut. Situasi ini memicu eskalasi baru di kawasan yang sebelumnya relatif lebih tenang sejak gencatan senjata April lalu.

Selain mendesak Iran kembali berunding, Trump juga dikabarkan menghubungi Perdana Menteri 'Israel', Benjamin Netanyahu, untuk meminta agar 'Israel' tidak melakukan serangan balasan yang dapat memicu perang lebih luas. Pemerintah Amerika Serikat khawatir aksi balasan 'Israel' dapat menggagalkan seluruh proses diplomasi yang sedang dibangun dengan Teheran.

Dalam pernyataan terpisah, Trump mengaku tidak puas dengan meningkatnya eskalasi militer di Lebanon dan menegaskan bahwa solusi diplomatik masih menjadi pilihan terbaik. Ia menilai konflik yang terus membesar hanya akan memperburuk stabilitas kawasan serta mengancam peluang tercapainya kesepakatan jangka panjang antara Washington dan Teheran.

Meski demikian, Washington tetap menyatakan optimisme bahwa jalur diplomasi belum tertutup. Pemerintahan Trump menegaskan bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin dicapai apabila kedua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperluas konflik ke negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)