BEIRUT (Arrahmah.id) - Militer 'Israel' mengumumkan telah berhasil membunuh Hussein Moqalled, yang diidentifikasi sebagai Kepala Intelijen Hizbullah, dalam serangan udara presisi di Beirut pada Ahad malam (1/3/2026). Hingga berita ini diturunkan, pihak Hizbullah belum memberikan komentar resmi terkait klaim tersebut.
Di saat yang sama, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengambil langkah drastis dengan mengumumkan pelarangan seluruh aktivitas militer dan keamanan Hizbullah, serta menetapkan kelompok tersebut hanya boleh bergerak di bidang politik.
Eskalasi meningkat setelah 'Israel' mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di 16 desa di Lebanon Selatan serta pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh). Serangan udara 'Israel' di Beirut dan Lebanon Selatan pada Senin dini hari (2/3) telah menewaskan 31 orang dan melukai 149 lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon.
Juru bicara militer 'Israel', Avichay Adraee, merilis peta target dan memperingatkan bahwa militer akan segera menghancurkan infrastruktur militer Hizbullah dalam waktu dekat.
Konflik ini menandai runtuhnya kesepakatan gencatan senjata November 2024. Hizbullah sebelumnya meluncurkan serangan roket dan drone ke sebuah situs militer di Haifa sebagai balasan atas agresi Israel dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Menanggapi serangan Hizbullah, PM Nawaf Salam memerintahkan aparat keamanan untuk mencegah setiap serangan yang diluncurkan dari wilayah Lebanon dan menegaskan kembali komitmen negara terhadap penghentian permusuhan.
Menteri Pertahanan 'Israel', Israel Katz, mengeluarkan peringatan keras kepada Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem. "Naim Qassem akan menyadari bahwa siapa pun yang mengikuti jalan Khamenei, maka ajalnya akan sama seperti Khamenei," tegas Katz saat meninjau pusat operasi angkatan udara.
Perang yang dipimpin AS-'Israel' terhadap Iran sejak Sabtu lalu telah menewaskan lebih dari 555 orang. Teheran menyatakan telah bersiap untuk "perang panjang", sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa serangan ini dapat berlangsung selama beberapa pekan. (zarahamala/arrahmah.id)
