Al-Qur'an menyebutkan dalam surat Yunus ayat ke-87 agar menjadikan rumah sebagai kiblat:
Ibnu Abbas memaknai ayat tersebut agar kita menjadikan rumah-rumah sebagai tempat memperbanyak ibadah.وَّاجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قِبْلَةً وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
“…dan jadikanlah rumah-rumahmu itu kiblat (tempat ibadah) dan laksanakanlah salat serta gembirakanlah orang-orang mukmin.” (QS. Yunus: 87)
Beribadah dalam arti yang luas, paling tidak ada 10 hal:
- Meningkatkan ilmu dengan membaca atau mendengar kajian-kajian yang benar
melalui media seperti YouTube agar ilmu kita bertambah. - Meningkatkan hubungan dengan Allah melalui shalat, membaca Al-Qur’an
dan munajat agar rasa cinta kepada Allah semakin mesra. - Meningkatkan rasa takut kepada Allah agar tunduk kepada syariat-Nya,
serta banyak berharap kepada-Nya melalui doa agar hidup diberkahi dan selamat dunia akhirat. - Meningkatkan amal shalih baik hablum-minallah maupun hablum-minannas.
- Banyak berinfak, terutama membantu kesulitan para fuqara dan masaakin.
- Membersihkan qalbu dari fitnah syubuhat dan syahwat seperti sombong,
iri, dengki dan penyakit hati lainnya. - Memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk hal yang bermanfaat
bagi dunia dan akhirat. - Berpikir positif untuk kemajuan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa.
- Berkhidmat kepada keluarga dan orang-orang shalih yang berkunjung ke rumah.
- Mengambil pelajaran dari setiap peristiwa dalam kehidupan serta
mengevaluasi apa yang telah kita kerjakan.
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa yang aman dalam rumah tangganya, sehat badannya dan memiliki makanan
untuk hari itu, seakan dunia telah dikumpulkan untuknya.”(HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad)
(*/arrahmah.id)
